Doktrin & Konsep
26 entriTaktik, doktrin, dan prinsip strategi yang muncul berulang di lembar-lembar pertempuran — dijelaskan lintas zaman: apa itu, cara kerjanya, di pertempuran mana terlihat, dan cara mengalahkannya. Tiap entri bersumber karya ilmiah terverifikasi, dan daftar pertempurannya diperbarui otomatis begitu entri perang baru ber-tag sama tayang.
-
Strategi
Aliansi
Kerja sama keamanan untuk menghadapi ancaman bersama, yang kekuatannya bergantung pada kesesuaian tujuan, kejelasan kewajiban, dan bantuan yang tiba tepat waktu.
Terlihat di 8 lembar pertempuran
-
Strategi
Blokade Laut
Membatasi gerak armada atau memutus arus pasokan lewat laut untuk menekan lawan—dengan biaya penjagaan panjang dan akibat yang dapat menimpa warga sipil.
Terlihat di 4 lembar pertempuran
-
Prinsip
Inisiatif
Kemampuan membuat lawan menanggapi pilihan kita, sambil menjaga kebebasan bertindak sendiri — termasuk lewat pertahanan dan serangan balasan.
Terlihat di 38 lembar pertempuran
-
Prinsip
Intelijen
Seni mengetahui musuh — kekuatan, niat, dan posisinya — sebelum baja beradu; dari mata-mata Sun Tzu sampai pemecah sandi Midway, ia sering memutuskan pertempuran sebelum tembakan pertama.
Terlihat di 32 lembar pertempuran
-
Prinsip
Kesatuan Komando
Prinsip menaruh satu kehendak dan satu rencana di atas seluruh pasukan — satu panglima yang bertanggung jawab penuh — agar kekuatan bergerak ke satu tujuan, bukan terpecah oleh dua otak yang saling menunggu.
Terlihat di 23 lembar pertempuran
-
Prinsip
Konsentrasi Kekuatan
Memusatkan kekuatan menentukan pada titik dan saat yang tepat — bukan lebih besar di mana-mana, melainkan lebih kuat di satu tempat yang menentukan.
Terlihat di 40 lembar pertempuran
-
Prinsip
Konsentrasi Tembakan
Memusatkan efek tembakan pada sasaran dan waktu yang menentukan, dengan pengamatan serta koordinasi agar keunggulan senjata menjadi hasil nyata.
Terlihat di 6 lembar pertempuran
-
Konsep operasional
Logistik
Seni memindahkan, memasok, dan menopang pasukan — cabang perang yang paling tak megah dan paling sering menentukan siapa yang bisa bertempur sama sekali.
Terlihat di 24 lembar pertempuran
-
Prinsip
Manuver
Mengatur gerak dan penempatan pasukan untuk memperoleh keunggulan terhadap lawan, dengan mempertemukan posisi, waktu, dan kekuatan tanpa memutus dukungan sendiri.
Terlihat di 8 lembar pertempuran
-
Taktik
Manuver Sayap
Gerakan memperoleh posisi di sisi lawan agar ia harus mengubah arah pertahanan, dengan risiko pasukan pemutar justru terpisah dan membuka kelemahannya sendiri.
Terlihat di 8 lembar pertempuran
-
Prinsip
Medan
Membaca bentuk tanah, jalur gerak, dan ruang pandang untuk menentukan di mana kekuatan sendiri dapat bekerja dan di mana kekuatan lawan kehilangan daya.
Terlihat di 18 lembar pertempuran
-
Prinsip
Mobilitas
Kemampuan memindahkan kekuatan ke tempat yang dibutuhkan dengan tetap siap bertempur, sehingga gerak menghasilkan pilihan, bukan sekadar kelelahan.
Terlihat di 16 lembar pertempuran
-
Prinsip
Moril
Kesediaan pasukan untuk tetap bertempur dan tidak lari — kekuatan tak kasatmata yang, kata para prajurit tua, lebih sering memutuskan pertempuran daripada jumlah atau senjata.
Terlihat di 52 lembar pertempuran
-
Taktik
Mundur Pura-pura
Taktik berpura-pura kabur untuk memancing musuh meninggalkan formasi dan medannya, lalu berbalik menghantam pengejar yang sudah tercerai-berai.
Terlihat di 9 lembar pertempuran
-
Prinsip
Pemanfaatan Medan
Mengubah bentuk tempat menjadi keunggulan bertempur dengan menyesuaikan posisi, gerak, dan kekuatan—serta mengenali kapan tempat yang melindungi berubah menjadi jebakan.
Terlihat di 21 lembar pertempuran
-
Strategi
Pendekatan Tak Langsung
Mengubah keadaan yang menopang pertahanan lawan sebelum memukulnya, dengan mengganggu pasokan, susunan pasukan, atau perkiraannya — beserta batas gagasan Liddell Hart dan pelajaran dari Cannae serta Inchon.
Terlihat di 5 lembar pertempuran
-
Konsep operasional
Pengepungan
Operasi merebut tempat bertahan dengan membatasi pasokan, merusak pertahanan, dan memaksa keputusan sebelum biaya pengepungan atau pasukan penolong membalik keadaan.
Terlihat di 9 lembar pertempuran
-
Taktik
Pengepungan Ganda
Manuver menjepit dari dua sayap sekaligus sampai musuh terkurung dalam kantong — mengubah kemenangan biasa menjadi pemusnahan, dari Cannae sampai Stalingrad.
Terlihat di 5 lembar pertempuran
-
Taktik
Penyergapan
Serangan dari posisi tersembunyi yang membuat lawan terlambat mengenali ancaman dan sulit memakai kekuatannya secara serentak.
Terlihat di 6 lembar pertempuran
-
Strategi
Perang Atrisi
Strategi menguras kemampuan dan kemauan lawan untuk melanjutkan perang, dengan taruhan bahwa daya pulih sendiri bertahan lebih lama.
Terlihat di 7 lembar pertempuran
-
Konsep operasional
Perang Gabungan
Kerja terkoordinasi antarcabang senjata yang saling menutup kelemahan dan menciptakan dilema bagi lawan, dari infanteri-kavaleri-meriam hingga pasukan mekanis.
Terlihat di 4 lembar pertempuran
-
Konsep operasional
Perang Psikologis
Upaya terencana memengaruhi penilaian dan pilihan lawan lewat pesan serta tindakan pendukung, dengan batas penting antara pengaruh yang disengaja dan kepanikan akibat pertempuran.
Terlihat di 5 lembar pertempuran
-
Konsep operasional
Pertahanan Berlapis
Menata posisi dan cadangan ke belakang agar jebolnya garis depan tidak meruntuhkan seluruh pertahanan; kekuatannya ada pada hubungan antarlapis.
Terlihat di 4 lembar pertempuran
-
Taktik
Serangan Balik
Pukulan terhadap pasukan yang sedang atau baru menyerang untuk merebut kembali posisi dan inisiatif, dengan cadangan, waktu, serta batas pengejaran yang terukur.
Terlihat di 5 lembar pertempuran
-
Taktik
Serangan Frontal
Menyerang muka pertahanan lawan untuk merebut posisi atau membuka celah, dengan keberhasilan yang bergantung pada dukungan, koordinasi, dan kemampuan melanjutkan serangan setelah benturan pertama.
Terlihat di 4 lembar pertempuran
-
Prinsip
Tipu Daya
Membentuk gambaran keliru agar lawan mengambil keputusan yang menguntungkan kita, dari pesan Sikinnos di Salamis sampai pengalihan penyeberangan Hydaspes.
Terlihat di 9 lembar pertempuran