- Perang Dunia
- 1941 M
Pertempuran Keren
Pasukan Britania dan India menembus pertahanan Italia di pegunungan Eritrea setelah pertempuran melelahkan yang ditentukan oleh infanteri, artileri, pasokan, dan pembukaan jalan.
Sejarah Peperangan Dunia
Lembar demi lembar medan penentu sepanjang zaman — strategi, panglima, dan pelajarannya — dipetakan dengan sudut pandang tiap pihak, analisis militer netral, dan sumber yang dilabeli keandalannya.
36°N 45′ · 8 zaman · lintas benua skala 1 : sejarah
Pasukan Britania dan India menembus pertahanan Italia di pegunungan Eritrea setelah pertempuran melelahkan yang ditentukan oleh infanteri, artileri, pasokan, dan pembukaan jalan.
Benteng tanah Māori menahan serbuan Britania pada November 1863, tetapi pengibaran bendera putih berakhir dengan penawanan dan terbukanya jalan ke pedalaman Waikato.
Konflik Zaman Perunggu di Tollense memperlihatkan kekerasan berskala besar, mobilitas antarkawasan, dan batas pengetahuan tentang pihak yang bertempur.
Kemenangan koalisi Gelon dan Theron atas ekspedisi Kartago di Himera pada 480 SM memperlihatkan peran aliansi, logistik, serta prajurit dari beragam asal di Sisilia.
Pertahanan parit Māori di Pukehinahina mematahkan serbuan Britania pada 29 April 1864, tetapi kemenangan taktis itu tidak menghentikan kehilangan tanah di Tauranga.
Kemenangan menentukan Sultan Selim I atas Shah Ismail I pada 23 Agustus 1514 M (2 Rajab 920 H) di dataran Chaldiran, saat meriam medan dan senapan janissari di balik benteng gerobak Utsmaniyah meremukkan kavaleri Qizilbash Safawi dan memaku batas Sunni–Syiah antara Anatolia dan Iran.
Kemenangan menentukan Uni Polandia–Lituania di bawah Raja Władysław II Jagiełło dan Adipati Agung Vytautas atas Ordo Teutonik pimpinan Hochmeister Ulrich von Jungingen pada 15 Juli 1410 — salah satu pertempuran terbesar Eropa abad pertengahan yang mematahkan kekuatan militer Ordo di Baltik dan mengangkat Polandia–Lituania menjadi kekuatan besar.
Penaklukan Kerajaan Kalinga oleh Kaisar Ashoka dari Kekaisaran Maurya sekitar 261 SM — kemenangan militer yang begitu berdarah sehingga sang pemenang menyesal, meninggalkan perang penaklukan, dan memeluk jalan Dhamma.