- Doktrin & Konsep
- Taktik
Serangan Balik
Juga dikenal: counterattack (Inggris) · Gegenstoß — serangan balik segera dalam doktrin Jerman · Gegenangriff — serangan balik terencana dalam doktrin Jerman
Pukulan terhadap pasukan yang sedang atau baru menyerang untuk merebut kembali posisi dan inisiatif, dengan cadangan, waktu, serta batas pengejaran yang terukur.
Lembar Data
| Kategori | Taktik |
|---|---|
| Istilah asing | counterattack (Inggris) · Gegenstoß — serangan balik segera dalam doktrin Jerman · Gegenangriff — serangan balik terencana dalam doktrin Jerman |
| Domain | Darat |
| Era penggunaan | Lintas zaman; pembahasan berfokus pada abad ke-19 dan ke-20 |
| Counter | Konsolidasi segera setelah merebut posisi; Cadangan untuk menjaga keberhasilan awal; Pengintaian dan perlindungan sayap; Kendali pengejaran serta dukungan tembakan |
| Terlihat di | 5 lembar pertempuran |
Daftar isi
Apa itu
Serangan balik adalah serangan terhadap lawan yang sedang atau baru melancarkan serangan, untuk mematahkan momentumnya, merebut kembali posisi, atau mengembalikan kebebasan bertindak. Pembela tidak harus menunggu seluruh garisnya aman. Sebagian pasukan dapat tetap menahan musuh sementara bagian lain bergerak menyerang. Dalam On War, Buku VI bab 9, Clausewitz menjelaskan pertahanan sebagai perpaduan menahan dan memukul: posisi yang kuat menghemat tenaga, lalu cadangan memberi kemampuan untuk mengubah jalannya pertempuran.
Ukuran keberhasilannya bergantung pada tujuan. Menyelamatkan jalan mundur bisa lebih penting daripada merebut semua tanah yang hilang. Serangan balik taktis berlangsung dalam suatu pertempuran; ofensif balasan mengubah arah operasi pada skala lebih luas. Keduanya berhubungan, tetapi satu kompi yang merebut kembali parit tidak sedang menjalankan kampanye baru.
Serangan balik juga tidak mensyaratkan jebakan. Dalam mundur pura-pura, kemunduran sengaja dipakai untuk memancing pengejar. Serangan balik dapat berangkat dari kemunduran yang sungguh terpaksa. Menyebut semua pembalikan keadaan sebagai rencana sejak awal justru menghapus kesulitan yang dihadapi para pelakunya.
Cara kerjanya
Ada tiga persoalan yang perlu diselesaikan, bukan urutan mekanis yang selalu sama.
Pertama, pertahankan kemampuan untuk bertindak. Cadangan harus masih mampu bergerak ketika pasukan depan kelelahan. Dalam gambaran Clausewitz, pembela menyiapkan medan, perlindungan, dan jalan penghubung sambil menyimpan kekuatan untuk kejadian tak terduga. Cadangan yang seluruhnya habis untuk menambal garis tidak lagi menyediakan pilihan untuk memukul balik. (Clausewitz, VI.9.)
Kedua, kenali perubahan keadaan lawan. Pasukan yang baru mencapai sasaran belum tentu sudah siap mempertahankannya. Barisan dan hubungan komandonya mungkin belum pulih. Lupfer menjelaskan bahwa pertahanan Jerman pada Perang Dunia I menargetkan masa sebelum penyerang selesai berkonsolidasi. Kesempatan itu singkat; menunggu izin melalui terlalu banyak tingkat komando bisa menghabiskannya. (Lupfer, hlm. 16, 19–20.)
Ketiga, sesuaikan kecepatan dengan kesiapan. Dalam uraian Lupfer, Gegenstoß adalah serangan balik segera; bila gagal, Gegenangriff disiapkan lebih teliti dengan dukungan artileri. Ini pembedaan dalam doktrin Jerman yang dibahasnya, bukan dua istilah yang otomatis berlaku pada semua tentara dan zaman. Kecepatan berguna selama masih ada satuan yang sanggup bertindak bersama. (Lupfer, hlm. 19.)
Untuk membaca suatu pertempuran, periksa empat hal: siapa yang masih memiliki cadangan, apa tanda bahwa lawan rentan, siapa yang boleh mengambil keputusan, dan di mana gerakan harus berhenti. Pertanyaan terakhir mencegah serangan balik yang berhasil berubah menjadi pengejaran tanpa kendali.
Kenapa sulit: waktu yang tepat tidak tampak jelas
Komandan tidak melihat medan seperti pembaca peta setelah perang. Laporan datang terlambat; mundurnya musuh dapat berarti kekalahan setempat, pergantian satuan, atau ancaman dari arah lain. Di Teluk Milne, Clowes menunda gerakan maju karena kemungkinan pendaratan Jepang di sisi lain pangkalan. Milner menunjukkan bahwa keterlambatan komunikasi dan ancaman laut ikut membatasi pilihannya. Hasil akhir yang menguntungkan Sekutu tidak membuat keraguan saat itu menjadi remeh. (Milner, hlm. 83–86.)
Ada pula harga organisasi. Lupfer menekankan bahwa keleluasaan pemimpin satuan kecil menuntut mutu latihan, justru ketika kehilangan perwira dan kebutuhan pengganti menggerusnya. Perintah untuk selalu bertindak cepat tidak dengan sendirinya menghasilkan keputusan yang baik. (Lupfer, hlm. 20.)
Terlihat di pertempuran ini
- Waterloo 1815 — dua hasil berbeda dalam satu medan. Creasy mengisahkan kavaleri berat Britania yang membantu mematahkan serangan infanteri Prancis, lalu maju terlalu jauh dan dipukul pasukan tombak berkuda Prancis. Menjelang akhir pertempuran, Wellington memerintahkan gerak maju umum setelah serangan Garda dipatahkan, dengan kedatangan Prusia turut mengubah keadaan. Pelajarannya terletak pada perbedaan antara memanfaatkan kerentanan lawan dan meneruskan gerakan sampai diri sendiri rentan. (Creasy, bab XV.)
- Teluk Milne 1942 — setelah serangan Jepang terhadap lapangan No. 3 gagal, Brigade ke-18 Australia bergerak maju dengan Batalion 2/12 di depan. Perlawanan di Sungai Gama dan sekitar K.B. Mission tetap keras; penarikan Jepang kemudian berlangsung melalui laut. Contoh ini memperlihatkan bahwa berhentinya serangan lawan membuka kesempatan, tetapi tidak menghapus kebutuhan bertempur maupun menjamin pengepungan tuntas. (Milner, hlm. 86–87.)
Kedua contoh itu berbeda dari pemulihan parit setempat yang dibahas Lupfer. Waterloo memperlihatkan serangan balik yang berkembang menjadi gerak maju umum; Teluk Milne memperlihatkan peralihan dari mempertahankan pangkalan menjadi membersihkan jalur pendekatan. Istilah yang sama tidak berarti skala, medan, dan dukungannya sama.
Cara mengalahkannya
Dari sisi penyerang awal, ancaman utama muncul ketika keberhasilan membuat pasukan kehilangan susunan. Berikut sintesis praktis dari Clausewitz, uraian Lupfer tentang masa konsolidasi, dan contoh Waterloo dalam Creasy:
- Konsolidasikan hasil. Merebut sasaran belum menyelesaikan tugas. Pulihkan hubungan antarsatuan dan siapkan pertahanan terhadap arah datangnya cadangan.
- Simpan kemampuan merespons. Pasukan yang seluruhnya terserap ke depan kesulitan menghadapi pukulan baru di sayap atau pada sambungan formasi.
- Jaga hubungan gerak dan dukungan. Jangan biarkan unsur terdepan bergerak begitu jauh sehingga bantuan tidak dapat mengikutinya. Keberhasilan kavaleri di Waterloo menunjukkan betapa cepat posisi pemburu dapat berbalik.
- Kenali saat untuk berhenti. Batas pengejaran menjaga agar keberhasilan setempat tidak dibayar dengan hilangnya kendali atas seluruh satuan.
Penangkalnya bukan sekadar menyerang lebih keras. Yang perlu dihilangkan adalah kesempatan bagi pembela untuk menghadapi bagian pasukan yang terpisah dan belum siap bertahan.
Pelajaran untuk medan kehidupan
Dalam pekerjaan, kemampuan memperbaiki keadaan sering bergantung pada tenaga yang belum dihabiskan. Sisakan waktu untuk koreksi, dana untuk gangguan, dan orang yang dapat membantu ketika rencana pertama macet. Menjadwalkan semua orang hingga penuh berarti mengandalkan keadaan selalu berjalan mulus.
Sesudah sebuah kegagalan, bedakan tindakan segera yang terbatas dari perbaikan yang perlu persiapan. Memulihkan layanan yang terputus berbeda dari merombak seluruh sistem. Tetapkan ukuran keberhasilan dan batas berhenti sebelum mulai; jangan biarkan keberhasilan pertama membenarkan perluasan pekerjaan tanpa ujung. Ini analogi pengambilan keputusan, bukan alasan memperlakukan rekan kerja sebagai musuh atau menjadikan pembalasan sebagai tujuan.
Sumber & bacaan lanjutan
- Carl von Clausewitz, On War, terjemahan J. J. Graham (1873; karya asli Vom Kriege, 1832), Buku VI bab 9, “Defensive Battle” — teks bab, Clausewitz Studies. Primer—teori militer klasik; akses terbuka. Landasan hubungan pertahanan, cadangan, dan pukulan ofensif; terjemahan historis, bukan edisi kritis modern.
- Timothy T. Lupfer, The Dynamics of Doctrine: The Changes in German Tactical Doctrine During the First World War, Leavenworth Papers No. 4 (Combat Studies Institute, Juli 1981), terutama hlm. 16–20 — PDF, GovInfo. Akademik—kajian sejarah doktrin; akses terbuka. Pembedaan serangan balik segera dan terencana serta tuntutan komando dan latihan; lingkupnya tentara Jerman pada Perang Dunia I.
- Edward Shepherd Creasy, The Fifteen Decisive Battles of the World: From Marathon to Waterloo (1851), bab XV — teks lengkap, Project Gutenberg. Akademik—historiografi klasik abad ke-19; akses terbuka. Dipakai untuk urutan serangan balik di Waterloo. Narasinya berpusat pada Britania dan bukan kesaksian langsung; penilaian tentang kepahlawanan tidak diambil sebagai kesimpulan netral.
- Samuel Milner, Victory in Papua (Office of the Chief of Military History, Department of the Army, 1957), bab VI, terutama hlm. 83–87 — teks bab, HyperWar/ibiblio. Akademik—sejarah resmi AS; akses terbuka. Rekonstruksi berbasis dokumen untuk pertahanan dan gerak maju Sekutu di Teluk Milne; sudut pandang institusional Sekutu perlu diperhitungkan.
Jelajahi lembar-lembarnya
- Abad Pertengahan Awal
- 732 M / 114 H
Pertempuran Tours (Poitiers)
Kemenangan menentukan Kerajaan Franka pimpinan Charles Martel atas pasukan razia Kekhalifahan Umayyah dari al-Andalus di bawah Abd al-Rahman al-Ghafiqi di antara Tours dan Poitiers, Oktober 732 M (114 H) — panglima Umayyah tewas dan ekspansi Muslim ke utara Galia terhenti.
- Revolusi & Napoleon
- 1777 M
Pertempuran Saratoga
Kampanye yang berpuncak pada menyerahnya seluruh tentara Inggris pimpinan Jenderal John Burgoyne (17 Oktober 1777) di Saratoga, New York — kemenangan Amerika yang menyeret Prancis masuk perang dan menjadi titik balik Revolusi Amerika.
- Revolusi & Napoleon
- 1815 M
Pertempuran Waterloo
Pertempuran menentukan pada 18 Juni 1815 di dekat Waterloo (Belgia) tempat tentara Sekutu pimpinan Adipati Wellington bertahan sepanjang hari lalu, dengan datangnya tentara Prusia Blücher di sayap, menghancurkan Armée du Nord Napoleon — mengakhiri kekuasaan sang kaisar dan era Napoleon untuk selamanya.
- Perang Dunia
- 1914 M
Pertempuran Marne Pertama
Serangan balik Sekutu (Prancis–Britania) di lembah Marne, 6–12 September 1914, yang menghentikan gempuran Jerman 30 km dari Paris, menggagalkan Rencana Schlieffen, dan mengawali empat tahun kebuntuan perang parit di Front Barat — dikenang sebagai "Keajaiban Marne".
- Perang Dunia
- 1941 M
Pertempuran Keren
Pasukan Britania dan India menembus pertahanan Italia di pegunungan Eritrea setelah pertempuran melelahkan yang ditentukan oleh infanteri, artileri, pasokan, dan pembukaan jalan.