• Doktrin & Konsep
  • Taktik

Serangan Frontal

Juga dikenal: frontal attack (Inggris) · frontal assault — serbuan frontal (Inggris)

Menyerang muka pertahanan lawan untuk merebut posisi atau membuka celah, dengan keberhasilan yang bergantung pada dukungan, koordinasi, dan kemampuan melanjutkan serangan setelah benturan pertama.

Lembar Data

KategoriTaktik
Istilah asingfrontal attack (Inggris) · frontal assault — serbuan frontal (Inggris)
DomainDarat
Era penggunaanLintas zaman; pembahasan berfokus pada perang darat abad ke-19
CounterMempertahankan kemampuan bertempur selama bombardemen; Mengarahkan tembakan ke jalur pendekatan; Menyimpan cadangan untuk menutup celah; Memukul unsur penyerang yang terpisah dari dukungannya
Terlihat di4 lembar pertempuran

Apa arti label-label ini? →

Daftar isi

Apa itu

Serangan frontal adalah serangan yang langsung menghadapi muka pertahanan lawan. Pasukan berusaha merebut posisi melalui arah yang sedang dijaga, alih-alih terlebih dahulu mengitarinya untuk menghantam sayap atau belakang. Istilah ini menerangkan hubungan arah serangan dengan posisi lawan; dengan sendirinya ia belum menjelaskan mutu rencana atau besarnya pengorbanan.

Karena itu, tiga hal perlu dibedakan. Serangan frontal menyebut arah; serbuan menyebut tindakan mendekat dan merebut posisi; terobosan menuntut celah yang dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan gerak. Pasukan bisa mencapai pertahanan depan tanpa menghasilkan terobosan. Serangan dari depan juga tidak harus berarti seluruh garis maju serentak dengan kekuatan yang dibagi rata.

Dalam The Art of War, artikel XXXI, Jomini membedakan susunan sejajar biasa dari susunan yang diperkuat pada salah satu sayap atau pusat. Kritiknya terhadap susunan sejajar adalah kritik terhadap kegagalan menciptakan keunggulan pada titik penting, bukan bukti bahwa setiap serangan dari depan pasti kalah. Istilah Jomini berasal dari perang pada zamannya; pembedaan di atas merupakan kerangka penjelasan, bukan kutipan definisi modern darinya.

Cara kerjanya

Arah geraknya tampak sederhana, tetapi pelaksanaannya menghubungkan beberapa pekerjaan. Berikut sintesis dari pembahasan Jomini, artikel XXXI dan XXXV, serta laporan Gettysburg dan Gate Pā:

  1. Menentukan bagian pertahanan yang hendak direbut. Sasaran harus cukup berarti untuk membenarkan serangan, sekaligus dapat dicapai. Jomini memperingatkan bahwa pusat benteng lapangan mudah menerima bantuan; menyerangnya tanpa menimbang cadangan lawan dapat mempertemukan penyerang dengan kekuatan yang terus bertambah.
  2. Mengurangi kemampuan pembela mengganggu pendekatan. Pada dua kasus di bawah, artileri menyiapkan serbuan. Akan tetapi, pagar yang hancur atau meriam yang sementara diam tidak membuktikan pembela sudah tidak mampu bertempur. Yang dibutuhkan penyerang adalah kesempatan bergerak, bukan sekadar pemandangan kerusakan.
  3. Membawa unsur serbu sampai ke sasaran dengan susunan yang masih bekerja. Medan terbuka memperpanjang paparan tembakan; celah sempit dapat memisahkan barisan depan dari dukungannya. Keunggulan jumlah di seluruh medan belum tentu tersedia pada tempat dan saat benturan.
  4. Mengubah pijakan awal menjadi penguasaan. Merebut tepi posisi baru permulaan. Unsur yang masuk membutuhkan dukungan untuk menghadapi pembela yang masih utuh dan serangan balik. Bila dukungan tertinggal, keberhasilan beberapa satuan dapat berakhir sebagai keterisolasian.

Serangan semacam ini bukan lawan mutlak dari manuver. Operasi yang lebih luas dapat menggabungkan serbuan dari depan dengan gerakan ke belakang lawan. Laporan Cameron tentang Gate Pā justru mencatat keduanya: pasukan dikerahkan ke belakang posisi sebelum kolom utama menyerbu muka benteng. Kombinasi itu tetap tidak menjamin keberhasilan di dalam pertahanan.

Kenapa sulit: masuk belum berarti menguasai

Penyerang harus menilai sesuatu yang sebagian tersembunyi. Di Gate Pā, Cameron memerintahkan serbuan setelah bombardemen membuat celah yang dianggap dapat dilalui. Kajian arkeologi Nigel Prickett memperlihatkan mengapa tampilan permukaan menyesatkan: pagar ringan mengelilingi jaringan parit tembak, perlindungan bawah tanah, dan posisi tembak tersembunyi. Kerusakan bagian luar tidak sama dengan hilangnya seluruh sistem pertahanan. (Cameron, laporan 5 Mei 1864; Prickett, hlm. 14 dan 71–72.)

Dukungan harus bertahan melewati saat keputusan. Dalam laporan Gettysburg, Longstreet menyatakan bahwa persediaan amunisi artilerinya sudah terlalu sedikit untuk membuka tembakan kembali ketika serbuan berjalan. Ia juga menggambarkan pasukan yang sempat memasuki pertahanan lalu kehilangan dukungan ketika unsur lain mundur. Ini kesaksian seorang pelaksana yang menjelaskan kegagalan komandonya: penting untuk memahami masalah koordinasi, tetapi tidak boleh dijadikan putusan tunggal tentang siapa yang paling bersalah.

Keberanian tidak menyelesaikan persoalan kendali. Cameron memuji keberanian pasukannya, lalu menghubungkan kekalahan dengan kerumitan bagian dalam benteng dan jatuhnya banyak perwira. Penjelasan itu berasal dari pihak penyerang yang kalah. Dari sisi pertahanan, Prickett menunjukkan pekerjaan rekayasa Māori yang memungkinkan pembela tetap bertempur; mereka bukan sekadar penerima pasif kesalahan lawan.

Terlihat di pertempuran ini

  • Gettysburg 1863 — serangan yang dikenal sebagai Pickett’s Charge pada hari ketiga memperlihatkan jarak antara mencapai garis lawan dan mempertahankan keberhasilan. Menurut laporan Longstreet, sebagian pasukan Pickett masuk ke pertahanan, tetapi kemunduran unsur lain memungkinkan Union menekan mereka dari depan dan kedua sisi. Serangan dipatahkan. Pelajarannya adalah rapuhnya pijakan yang terputus dari dukungan, bukan anggapan bahwa para penyerang sekadar kurang berani. (Longstreet, laporan 27 Juli 1863, uraian serangan setelah bombardemen.)
  • Gate Pā 1864 — pada 29 April, kolom Britania memasuki celah setelah bombardemen, lalu dipukul mundur dalam pertahanan Māori. Cameron mengakui pasukannya sempat tampak telah merebut posisi; Prickett menjelaskan susunan parit dan bunker yang menjadi konteksnya. Pembela kemudian meninggalkan pā pada malam hari. Keberhasilan mematahkan serbuan ini adalah kemenangan taktis, bukan bukti bahwa benteng dapat dipertahankan tanpa batas. (Cameron; Prickett, bagian 5.11.)

Keduanya menunjukkan persoalan yang sama melalui pertahanan berbeda: bagian depan yang berhasil dimasuki belum tentu merupakan pertahanan yang sudah berhenti berfungsi. Kesamaan ini adalah perbandingan analitis; bukan klaim bahwa kedua pihak memakai satu doktrin baku yang identik.

Cara mengalahkannya

Dari sisi pembela, Jomini menekankan cadangan yang dapat membantu titik terancam dan merebut kembali bagian pertahanan yang sudah ditembus. Ia secara khusus menolak anggapan bahwa satu celah berarti seluruh garis harus ditinggalkan. Gettysburg memperlihatkan bagaimana unsur penyerang yang terpisah dapat menghadapi tekanan dari beberapa arah sekaligus.

Gate Pā menambahkan pelajaran lain: pertahankan kemampuan bertempur selama persiapan tembakan lawan. Perlindungan dan posisi tembak yang saling terhubung lebih menentukan daripada tampilan pagar yang masih utuh. Namun, pertahanan tetap mempunyai batas. Keputusan pembela meninggalkan pā malam itu mengingatkan bahwa menggagalkan satu serbuan tidak menghapus tekanan operasi berikutnya. (Prickett, hlm. 14, bagian 5.11; Cameron.)

Bagi penyerang, penawar terhadap kegagalan berulang ialah menilai kembali sasaran dan cara mendekatinya. Jomini, artikel XXXV, menganjurkan manuver mengitari pertahanan apabila kondisi memungkinkan, ketimbang memaksakan serbuan berisiko. Itu pilihan bersyarat: jalan memutar juga memerlukan waktu, ruang, dan pasukan. Tidak ada kewajiban historis untuk selalu menyerang dari depan ataupun selalu menghindarinya.

Pelajaran untuk medan kehidupan

Analogi berikut merupakan refleksi, bukan hukum yang diturunkan langsung dari pertempuran. Persoalan kerja dan hubungan antarmanusia juga tidak harus diperlakukan sebagai musuh yang perlu dihancurkan.

  • Pisahkan upaya dari hasil yang dibutuhkan. Banyak rapat, jam lembur, atau biaya promosi belum membuktikan hambatan utama berkurang. Tentukan tanda perubahan yang bisa diperiksa sebelum menambah usaha yang sama.
  • Siapkan pekerjaan setelah keberhasilan pertama. Mendapatkan pelanggan besar belum berarti mampu melayaninya. Pastikan kapasitas, pembagian tanggung jawab, dan dana operasional tersedia ketika pintu terbuka.
  • Ubah cara ketika bukti berubah. Dalam belajar, mengulang soal dengan cara yang sama bisa mempertahankan kesalahan yang sama. Cari bagian konsep yang belum dipahami, minta umpan balik, lalu ubah latihan.
  • Jangan jadikan pengorbanan sebagai pembenaran otomatis. Tenaga yang sudah dikeluarkan tidak membuat rencana berikutnya lebih layak. Tetapkan waktu evaluasi dan syarat berhenti sebelum kelelahan menentukan keputusan.

Sumber & bacaan lanjutan

  • Antoine-Henri Jomini, The Art of War, terjemahan G. H. Mendell dan W. P. Craighill, 1862, artikel XXXI dan XXXV. Primer (teori militer klasik), akses terbuka. Dasar pembahasan pemusatan serangan, penyerbuan pertahanan, dan cadangan pembela. Pandangannya merupakan argumen normatif seorang penulis militer, bukan hukum universal.
  • James Longstreet, “Official Report of Lieut. General James Longstreet”, laporan 27 Juli 1863, transkripsi National Park Service. Primer, akses terbuka. Rujukan untuk persiapan artileri, jalannya serbuan, dan kegagalan dukungan di Gettysburg; dibaca sebagai pertanggungjawaban seorang komandan Konfederasi.
  • Duncan A. Cameron, “General Cameron’s Despatches. Attack on the Gate Pa”, laporan 5 Mei 1864, dimuat dalam Daily Southern Cross, 10 Mei 1864, hlm. 3. Primer, akses terbuka. Memuat gerakan ke belakang posisi, persiapan tembakan, masuknya kolom serbu, dan penjelasan komandan tentang kekalahannya; istilah kolonial dan penilaian pihak lawan memerlukan sikap kritis.
  • Nigel Prickett, Fortifications of the New Zealand Wars, Department of Conservation, 2016, hlm. 13–14, 71–72, bagian 5.11. Akademik (kajian arkeologi), akses terbuka. Menjelaskan perkembangan perlindungan terhadap artileri dan susunan Gate Pā, sekaligus membedakan pertahanan historis dari perubahan situs sesudah pertempuran.

Jelajahi lembar-lembarnya