27 Maret 2026
Kerangka di bawah altar gereja Maastricht diduga milik d'Artagnan, musketir yang gugur mengepung kota itu pada 1673
Renovasi lantai Gereja St. Peter dan Paul menyingkap makam berisi kerangka, koin 1660, dan pecahan peluru — diduga jasad Charles de Batz de Castelmore d'Artagnan, perwira Musketir Louis XIV yang tewas dalam Pengepungan Maastricht.
- Militer
- Arkeologi
- Forensik
- Genetika
Di kota Maastricht, Belanda, amblesnya sebagian lantai Gereja St. Peter dan Paul pada awal 2026 memicu penemuan tak terduga: sebuah makam berisi kerangka manusia di titik bekas altar. Sebagaimana dilaporkan Smithsonian Magazine pada 27 Maret 2026, para peneliti menduga kuat jasad itu milik Charles de Batz de Castelmore — perwira bangsawan Prancis abad ke-17 yang lebih dikenal sebagai d’Artagnan. Ketika ubin yang longgar diangkat untuk perbaikan, diakon Jos Valke segera menghubungi arkeolog Wim Dijkman, yang telah puluhan tahun meneliti jejak sang musketir di kota ini.
D’Artagnan naik pangkat di korps Musketir Raja Louis XIV dan namanya diabadikan Alexandre Dumas dalam novel The Three Musketeers (1844) — yang bersandar pada memoar sensasional Gatien de Courtilz de Sandras terbitan 1700. Sosok historisnya tewas pada 25 Juni 1673 saat pasukan Prancis mengepung Maastricht dalam Perang Prancis-Belanda, terkena peluru musket di bagian leher. Catatan sezaman menyebut ia dimakamkan di tanah suci, sebuah petunjuk yang selama ini menyulut legenda tentang lokasi peristirahatan terakhirnya.
Beberapa bukti memperkuat dugaan. Di dalam makam ditemukan koin perunggu bertarikh 1660 dan pecahan peluru timah, sementara posisi jasad tepat di depan bekas altar — kehormatan yang pada masa itu hanya diberikan kepada bangsawan atau tokoh penting. Sampel DNA dari gigi kini diteliti sebuah laboratorium di Jerman dan dibandingkan dengan materi genetik keturunan garis ayah d’Artagnan, sementara peneliti di Deventer memastikan usia dan jenis kelamin kerangka.