← Semua kabar

5 Maret 2026

Bola meriam perunggu utuh dari Pertempuran Alamo 1836 ditemukan di lapisan tanah tak terganggu di dekat Gereja Alamo

Tim arkeologi The Alamo di San Antonio menemukan bola meriam perunggu utuh yang hampir pasti ditembakkan Tentara Meksiko dalam pengepungan Alamo 1836, terkubur pada lapisan tanah masa pertempuran.

  • Revolusi texas
  • Arkeologi medan perang
  • Amerika

Tim arkeologi The Alamo di San Antonio, Texas, mengumumkan penemuan sebuah bola meriam perunggu utuh yang dapat dikaitkan langsung dengan Pertempuran Alamo 1836, seperti dilaporkan Archaeology Magazine dan ZME Science. Proyektil padat seberat empat pon itu ditemukan sekitar satu meter di bawah tanah, di sisi timur laut Gereja Alamo, oleh tim yang dipimpin Dr. Tiffany Lindley (Direktur Arkeologi) bersama sejarawan Kolby Lanham. Penggalian berlangsung pada 5 Maret 2026, sehari sebelum peringatan ke-190 pertempuran.

Karena Tentara Meksiko umumnya memakai bola meriam perunggu sementara pasukan Texas lebih banyak memakai besi, peneliti hampir pasti — disebut sekitar 99% keyakinan — menilai bola itu ditembakkan pasukan Meksiko di bawah Jenderal Antonio López de Santa Anna. Yang membuatnya berharga bukan sekadar logamnya, melainkan konteksnya: proyektil tergeletak di lapisan tanah tak terganggu dari masa pengepungan, sehingga masih bisa “dibaca” secara arkeologis. Menurut Lindley, begitu sebuah artefak tercerabut dari posisi aslinya, ia kehilangan konteks dan menjadi jauh kurang bernilai bagi peneliti.

Pertempuran Alamo adalah pengepungan 13 hari yang berpuncak pada serangan pamungkas 6 Maret 1836 dalam Revolusi Texas; hampir seluruh sekitar 200 pembela benteng tewas, dan seruan “Remember the Alamo” kelak menjadi pekik perang yang membakar semangat pasukan Texas. Selama setahun terakhir, tim juga menemukan empat serpihan exploding shot di sekitar gereja — tiga dari perunggu, satu dari besi — pecahan peluru howitzer berongga yang diisi mesiu agar meledak layaknya granat pada zamannya.

Temuan-temuan kecil semacam ini pelan-pelan mengubah cara sejarawan membaca Alamo: bukan lagi hanya lewat memoar dan mitos nasional, melainkan lewat jejak logam yang tertanam di tanah — di mana meriam ditempatkan, ke arah mana tembakan jatuh, dan seberapa dekat pertempuran itu merangsek ke dinding gereja.

Sumber