30 Juni 2026
Mata panah abad ke-11 ditemukan di situs yang diduga medan Pertempuran Manzikert 1071
Tim arkeolog Turki menemukan mata panah dari periode pertempuran di pemakaman era Seljuk dekat Malazgirt — artefak logam pertama yang terkait langsung dengan pertempuran 1071.
- Arkeologi
- Medan perang
Tim riset beranggotakan 44 orang — arkeolog, antropolog, sejarawan seni, dan sejarawan — yang dipimpin Prof. Adnan Çevik dari Universitas Muğla Sıtkı Koçman menemukan mata panah dari abad ke-11 hingga ke-12 di sebuah situs pemakaman era Seljuk di lingkungan Afşin, distrik Malazgirt, Provinsi Muş, Turki timur. Situs itu terletak sekitar 7,5 kilometer dari pusat distrik, dekat aliran Çivikan, dan diduga merupakan “pemakaman syuhada” yang menghadap ke medan pertempuran. “Tahun ini, perkembangan paling penting adalah penemuan mata panah dari periode itu. Ini sangat penting bagi kami,” kata Çevik seperti dilaporkan Daily Sabah pada 30 Juni 2026.
Pertempuran Manzikert (Malazgirt) berlangsung pada Agustus 1071 antara Kekaisaran Bizantium dan Turki Seljuk pimpinan Alp Arslan, dan membuka jalan bagi pemukiman Turki di Anatolia. Proyek pencarian medan pertempurannya berjalan sejak 2020 dengan dukungan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Direktorat Museum Ahlat, dan Universitas Muş Alparslan; para peneliti bahkan berupaya merekonstruksi bukan hanya hari pertempuran 26 Agustus, melainkan seluruh rangkaian peristiwa 22–28 Agustus 1071. Musim-musim sebelumnya sudah menghasilkan hampir 200 artefak logam — mata panah, koin, cincin, paku tapal kuda, dan segel — seperti diberitakan Hurriyet Daily News pada Juli 2025.
Temuan tahun ini penting karena mata panah tersebut menjadi artefak logam pertama yang terkait langsung dengan pertempuran 1071, dan penanggalan radiokarbon dari musim-musim sebelumnya sudah menempatkan sisa-sisa manusia di situs itu pada abad ke-11 hingga ke-12 — konsisten dengan masa pertempuran. Menurut Çevik, situs itu “kemungkinan pemakaman Muslim yang menghadap medan pertempuran… cocok dengan deskripsi dalam sumber-sumber sejarah.” Bagi sejarah militer, Manzikert lazim dibaca sebagai awal terkikisnya kekuasaan Bizantium di Anatolia — proses panjang yang hampir empat abad kemudian berujung pada jatuhnya Konstantinopel ke tangan Utsmaniyah pada 1453. Ringkasan temuan Juni 2026 juga dimuat Turkish Archaeological News.