← Semua kabar

25 Juni 2026

Inskripsi Aram di benteng Romawi Zerzevan catat penutupan kuil Mithras oleh umat Kristen mula-mula

Sebuah inskripsi berbahasa Aram di gerbang kuil Mithras di benteng perbatasan Romawi Zerzevan (Turki tenggara) berhasil dibaca, menandai penutupan sanctuari itu saat Kekristenan menjadi dominan.

  • Historiografi
  • Romawi
  • Arkeologi

Sebuah inskripsi berbahasa Aram yang terukir di gerbang kuil bawah tanah Mithras di Benteng Zerzevan — bekas garnisun dan benteng perbatasan Romawi di distrik Çınar, Diyarbakır, Turki tenggara — akhirnya berhasil dibaca. Prof. Mehmet Sait Toprak dari Universitas Mardin Artuklu menyimpulkan bahwa teks itu mendokumentasikan penutupan resmi sanctuari Mithras setelah Kekristenan menjadi agama dominan di Kekaisaran Romawi, sebagaimana dilaporkan Türkiye Today pada 25 Juni 2026 dan HeritageDaily sehari kemudian. Inskripsi itu diperkirakan berasal dari abad ke-3 atau ke-4 M, menyebut baik Mithras maupun Yesus Kristus, dan disebut sebagai inskripsi Aram Kuno pertama yang diketahui mencatat penutupan sebuah kuil Mithras.

Zerzevan bukan situs biasa: ia adalah benteng garnisun yang menjaga tapal batas timur Romawi menghadap Kekaisaran Sasania. Pemujaan Mithras — kultus misteri yang eksklusif bagi kaum lelaki — sangat populer di kalangan legiuner Romawi, sehingga kehadiran Mithraeum di sebuah pos militer perbatasan justru khas. Direktur ekskavasi, Prof. Aytaç Coşkun, menyatakan bahwa bukti koin sebelumnya sudah menunjukkan perkiraan masa penutupan kuil, tetapi inskripsi yang kini terpecahkan itu memberi bukti tertulis langsung atas peralihan keagamaan tersebut.

Bagi historiografi militer, temuan ini menyoroti bagaimana transformasi keagamaan Kekaisaran Romawi meresap sampai ke barak-barak di garis depan. Pasukan yang dulu bersumpah di hadapan Mithras perlahan berpindah ke salib, sebuah pergeseran yang mengubah identitas tentara Romawi menjelang Abad Kuno Akhir. Zerzevan, yang masuk Daftar Sementara Warisan Dunia UNESCO pada 2020, menambah bukti fisik tentang bagaimana negara mengelola kuil-kuil pagan di masa Kekristenan bangkit.

Sumber