← Semua kabar

9 Juli 2026

Belenggu besi langka di permukiman Galia Allonnes ungkap perdagangan budak sebelum penaklukan Romawi

INRAP mengumumkan temuan lima belenggu besi, bengkel logam, dan ratusan koin di Allonnes — pusat dagang strategis di persimpangan jalan Galia merdeka sekitar 2.300 tahun lalu.

  • Galia
  • Keltik
  • Arkeologi

Lembaga arkeologi preventif Prancis, INRAP, mengumumkan awal Juli 2026 hasil ekskavasi permukiman Keltik berusia sekitar 2.300 tahun di Allonnes, di Lembah Loire, Prancis. Menurut Archaeology Magazine, permukiman ini berdiri di persimpangan beberapa jalur kuno — sebuah simpul dagang strategis di Galia merdeka, sebelum wilayah itu ditaklukkan Roma. Bukti koin yang ditempa menunjukkan situs dihuni selama lebih dari 500 tahun.

Temuan paling mencolok adalah lima belenggu besi untuk pergelangan tangan dan kaki. Menurut Live Science, diameter belenggu tangan hanya sekitar 6 cm — cukup kecil sehingga diduga dikenakan pada perempuan atau anak-anak. Belenggu semacam ini “sangat langka” ditemukan utuh, dan menjadi bukti fisik bahwa perdagangan budak sudah berlangsung di Galia sebelum kedatangan legiun Romawi. Orang yang diperbudak mungkin tawanan perang, terpidana, atau penanggung utang.

Allonnes bukan sekadar kumpulan bangunan tani, melainkan permukiman tertata dengan bengkel, rumah, jalan, sumur, dan sebuah sanktuari besar. Bengkel-bengkel pandai besi, pengrajin tembaga, dan pengerja lembaran logam memproduksi senjata, perkakas, serta belenggu itu sendiri. Di area suci ditemukan ratusan koin, sekitar sepertiganya sengaja dikikir atau dipahat — dilucuti fungsi dagangnya untuk maksud ritual. Gambaran yang muncul adalah masyarakat Galia yang sudah punya ekonomi militer dan komersial rumit, tempat senjata dan manusia sama-sama menjadi komoditas, jauh sebelum Roma menuliskan versinya sendiri tentang penaklukan Galia.

Sumber