← Semua kabar

31 Juli 2026

LiDAR petakan hampir 400 geoglif di Amazonia barat — jejak peradaban 'Aquiry' yang lenyap seribu tahun lalu

Survei LiDAR di Amazonia barat Brasil mendokumentasikan hampir 400 tanggul monumental berpola geometris — jejak peradaban 'Aquiry' yang berkembang antara 600 SM dan 850 M sebelum ditinggalkan secara misterius.

  • Arkeologi
  • Dunia kuno
  • Amerika

Di hutan hujan Amazonia barat Brasil, survei LiDAR dari udara mendokumentasikan hampir 400 tanggul monumental (earthwork) yang tersebar di kawasan seluas lebih dari 4.400 kilometer persegi. Sebagaimana dilaporkan Archaeology Magazine berdasarkan kajian yang terbit di jurnal Nature, penelitian dipimpin Martti Pärssinen dari Universitas Helsinki, dengan fokus pada situs seperti Tequinho dan Fazenda Atlântica.

Struktur-struktur itu — dikenal sebagai geoglif — berupa parit dalam dengan tanggul tinggi yang membentuk aneka pola geometris, dan berfungsi sebagai pusat seremonial. Menurut tim peneliti, bangunan-bangunan ini dibuat oleh masyarakat yang mereka sebut peradaban Aquiry, yang berkembang kira-kira antara 600 SM dan 850 M. Angka-angka populasi masih berupa perkiraan: peneliti menaksir tiap geoglif membutuhkan sekitar 300 orang untuk membangun dan merawatnya, dan memperkirakan sebanyak 20.000 tanggul lain mungkin masih tersembunyi di bawah kanopi hutan.

Temuan ini memperkuat gambaran bahwa Amazonia bukanlah rimba “perawan” yang nyaris tak berpenghuni, melainkan pernah menopang masyarakat kompleks berskala besar. Menurut laporan, pusat-pusat seremonial itu ditinggalkan pada rentang sekitar 850–950 M — periode yang bertepatan dengan keruntuhan sejumlah peradaban lain di Amerika, termasuk kota-kota Maya, Tiwanaku, dan Wari — sehingga membuka pertanyaan baru tentang guncangan regional yang melanda benua itu pada milenium pertama.

Sumber