← Semua kabar

13 Juli 2026

Plakat emas di benteng Romawi Apsaros jadi bukti epigrafis pertama pemujaan Jupiter Dolichenus, dewa perang para legiuner

Studi epigrafis yang terbit awal Juli 2026 memastikan sebuah plakat nazar emas berinskripsi Yunani dari benteng Apsaros di Georgia sebagai persembahan untuk Jupiter Dolichenus, dewa yang dipuja tentara Romawi.

  • Romawi
  • Militer
  • Arkeologi
  • Epigrafi

Sebuah plakat nazar emas kecil berbentuk daun bergaya, yang digali tim arkeolog Polandia-Georgia di benteng Romawi Apsaros (kini Gonio, dekat Batumi, di pesisir Laut Hitam Georgia), kini menjadi bukti epigrafis langsung pertama tentang pemujaan Jupiter Dolichenus di garnisun itu. Menurut HeritageDaily, studi atas inskripsi tersebut — dikerjakan Pusat Arkeologi Mediterania Polandia Universitas Warsawa (PCMA UW) bersama Badan Perlindungan Warisan Budaya Adjara — dipublikasikan dalam jurnal Zeitschrift für Papyrologie und Epigraphik dan diberitakan luas awal Juli 2026. Plakat itu sendiri ditemukan pada musim gali 2024, tetapi baru pembacaan inskripsinyalah yang memastikan maknanya.

Inskripsi Yunani pada lempeng tipis seukuran telapak tangan itu mencatat bahwa seorang bernama Thrasymedes mempersembahkannya kepada “Dewa Dolichen” — yakni Jupiter Dolichenus. Menurut Smithsonian Magazine, dewa ini adalah sosok sinkretis yang memadukan Jupiter Romawi dengan dewa petir dari Doliche di wilayah Suriah-Anatolia, dan disebut sebagai “dewa perang dan kemenangan”. Kultusnya memuncak antara abad ke-1 dan ke-3 M dan sangat digemari prajurit Romawi, yang kerap meninggalkan persembahan untuk memohon perlindungan ilahi di medan tempur.

Apsaros adalah benteng perbatasan strategis di tepi timur Kekaisaran, dibangun sekitar 2.000 tahun lalu di batas provinsi Cappadocia dan telah disebut penulis kuno seperti Arrianus dan Plinius Tua. Temuan lain di area yang sama — termasuk patung perunggu elang berdiri di atas banteng, salah satu lambang paling khas sang dewa — menguatkan dugaan adanya sanktuari khusus Jupiter Dolichenus di dalam benteng. Bagi arkeolog, plakat ini membuka jendela ke kehidupan religius garnisun di garis depan, tempat tentara dari beragam latar budaya membawa dewa-dewa Timur mereka ke ujung dunia Romawi.

Sumber