← Semua kabar

30 Juli 2026

DNA mumi Inca menjadi bukti molekuler pertama bahwa penjajah Eropa membawa cacar ke Amerika

Genom virus variola dari dua mumi berumur ~500 tahun di Chili utara — strain yang bercabang dari galur Eropa sekitar tahun 1296 — memberi bukti langsung bahwa cacar tiba di Amerika bersama kolonisasi Spanyol.

  • Dna purba
  • Penaklukan
  • Inca
  • Epidemi

Sebuah studi yang terbit di jurnal Science pada 30 Juli 2026 melaporkan genom cacar tertua yang diketahui dari Benua Amerika, diambil dari sisa jasad dua orang — kemungkinan penduduk Inca — yang termumikan secara alami di Chili utara dan hidup antara tahun 1492 dan 1631. Sebagaimana dirangkum Live Science dan Archaeology Magazine, keduanya membawa strain virus variola yang sama, agaknya tertular dalam satu gelombang wabah.

Analisis genomik yang dipimpin Shigeki Nakagome (Trinity College Dublin) dan rekan-rekannya menamai galur itu CAM9. Cabang ini berpisah dari galur variola Eropa sekitar tahun 1296, menempati posisi “antara” — jembatan evolusioner antara strain era Viking dan varian modern. Inilah bukti molekuler langsung pertama bahwa penyakit cacar tidak ada di Amerika sebelum kontak, melainkan dibawa masuk dari Eropa pada masa penaklukan.

Konteks sejarahnya berat: gelombang epidemi Dunia Lama — cacar di antaranya — menewaskan jutaan penduduk asli dan meruntuhkan tatanan politik pribumi jauh sebelum atau bersamaan dengan gerak militer Spanyol. Runtuhnya Kekaisaran Inca yang bermula dari penangkapan Kaisar Atahualpa di Cajamarca pada 1532 berlangsung di tengah pukulan wabah yang melemahkan pertahanan dan legitimasi penguasa. Bukti genetik ini memperkokoh gambaran bahwa penyakit adalah “senjata” tak sengaja yang menyertai penaklukan.

Terkait di atlas ini