21 Juli 2026
Peluru umban bertulis nama gubernur Romawi tandai lokasi penumpasan pemberontakan Ceretani 39 SM
Kemah militer di Collet de Jovell, Cerdanya, dengan glandes bertuliskan "CN·D" menempatkan kembali episode terakhir penaklukan Romawi atas Catalonia di jantung wilayah suku Ceretani.
- Romawi
- Arkeologi medan perang
- Epigrafi
- Eropa
- Dunia kuno
Sebuah tim arkeolog dari Universitat Autònoma de Barcelona (UAB) mengumumkan pada 21 Juli 2026 penemuan kemah militer Romawi di Collet de Jovell, di wilayah Cerdanya, Pyrenees timur (kini Catalonia, Spanyol). Menurut siaran UAB, survei sistematis yang dipimpin Oriol Olesti, Joan Oller, dan Jordi Morera memulihkan paku besi dari sandal legiun (caligae), fibula, koin, serta peluru umban timah (glandes) yang bertarikh paruh kedua abad ke-1 SM.
Dua peluru umban di antaranya bertuliskan CN(eus) D(omitius) — mengaitkannya dengan Gnaeus Domitius Calvinus, wakil Augustus di provinsi Hispania Citerior dan panglima pasukan yang menghadapi suku Ceretani pada 39 SM. Sejarawan Romawi Cassius Dio mencatat bahwa pada tahun itu pasukan Romawi terjebak dalam penyergapan Ceretani dan terpaksa mundur, sebelum penindasan balasan menuntaskan perlawanan.
Temuan ini menggeser lokasi peristiwa yang selama ini diperkirakan berada di Pyrenees barat kembali ke tanah asal suku Ceretani. Menurut phys.org, lokasi ini tampaknya menandai “episode konflik terakhir yang diketahui” antara masyarakat pribumi Catalonia dan tentara Romawi — hampir dua abad setelah Romawi mendarat di Emporion pada 218 SM. Setelah penindasan itu, permukiman Ceretani ditinggalkan secara luas, mengakhiri perlawanan pribumi di kawasan tersebut. Kasus ini juga memperlihatkan bagaimana pemetaan sebaran artefak berbasis GPS dapat mempertajam pembacaan sumber tekstual klasik.