31 Juli 2026
Sekitar 120 grafiti Latin di Cova Dones ungkap sanktuari kultus Romawi yang dijaga kaum perempuan
Dokumentasi baru di gua Cova Dones, Valencia, mencatat sekitar 120 inskripsi Latin — nama-nama perempuan dan sebutan dewi "Domina" — yang menandai gua itu sebagai tempat pemujaan Romawi abad ke-1–2 M.
- Arkeologi
- Dunia kuno
- Eropa
Gua Cova Dones di kawasan Valencia, Spanyol tenggara, kembali menjadi sorotan setelah tim peneliti mendokumentasikan sekitar 120 inskripsi Latin pada dinding dan langit-langitnya. Sebagaimana dilaporkan Archaeology Magazine, pencatatan dipimpin Virginia Barciela (Universitas Alicante) dan Aitor Ruiz-Redondo (Universitas Zaragoza), yang sebelumnya juga mengidentifikasi seni cadas Paleolitikum di gua yang sama.
Inskripsi-inskripsi itu berasal dari abad pertama dan kedua Masehi. Banyak di antaranya mencantumkan nama perempuan serta sebutan bagi seorang dewi sebagai Domina (“Sang Nyonya”); lima inskripsi memuat kata MALACI yang diduga nama dewi yang belum dikenal, dan satu di antaranya berbunyi Domina Votum — merujuk pada nazar atau persembahan. Di lantai gua ditemukan pula banyak pemberat pintal (spindle whorl) yang tampaknya sengaja ditinggalkan sebagai persembahan, cincin dan gelang perunggu, bejana berbentuk piala, serta pecahan keramik.
Kombinasi temuan itu menandai Cova Dones sebagai sanktuari kultus di bawah tanah pada masa Romawi — dan, yang menarik bagi sejarawan gender kuno, sebuah ruang ritual yang tampak didominasi partisipasi perempuan. Sejumlah persembahan diletakkan di kolam-kolam air alami di dasar gua, mengisyaratkan upacara keagamaan yang terstruktur. Situs ini menambah bukti bahwa gua tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal atau perlindungan, tetapi juga sebagai panggung kehidupan spiritual masyarakat provinsi Romawi di Hispania.