← Semua kabar

3 Juli 2026

DNA purba "Manusia Emas" ungkap segelintir keluarga menguasai masyarakat pejuang Skithia

Studi genom 85 individu Zaman Besi di Science Advances menunjukkan status elite Skithia diwariskan lewat garis keluarga lintas situs makam — dan hampir separuh elite itu perempuan.

  • Arkeologi
  • Genetika
  • Kajian baru

Sebuah studi DNA purba yang terbit di jurnal Science Advances pada 3 Juli 2026 (DOI: 10.1126/sciadv.aef0108) menganalisis genom 85 individu Zaman Besi dari Eurasia Tengah yang hidup kira-kira antara 900 dan 200 SM. Penelitian dipimpin Ainash Childebayeva (University of Texas at Austin dan Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology) bersama Ayshin Ghalichi dari lembaga Max Planck. Hasilnya, seperti dijelaskan dalam siaran Max-Planck-Gesellschaft, menunjukkan bahwa status sosial di kalangan Skithia bukan semata hasil prestasi pribadi, melainkan diwariskan antar-generasi.

Individu berstatus tinggi — mereka yang dimakamkan bersama senjata dan artefak emas di dalam gundukan makam kurgan — ternyata jauh lebih sering berkerabat satu sama lain daripada dengan orang berstatus rendah yang dikubur di situs yang sama. Kekerabatan itu bahkan melintasi situs pemakaman yang terpisah lebih dari 100 kilometer. Tim menemukan pasangan saudara kandung, hubungan orang tua–anak, hingga kakek–cucu di antara 38 jenazah elite. “Kami tidak menduga menemukan bahwa status sosial diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi jelas bahwa individu berstatus tinggi lebih berkerabat satu sama lain,” kata Childebayeva sebagaimana dikutip Phys.org.

Studi ini juga menyajikan data genom pertama untuk “Manusia Emas” (Golden Man) dari situs Issyk di Kazakhstan — jenazah berbaju zirah bersalut ribuan lempeng emas dari sekitar 400–300 SM yang menjadi lambang nasional Kazakhstan dan selama puluhan tahun diperdebatkan jenis kelaminnya. Data genetik menunjukkan individu itu kemungkinan besar laki-laki. Temuan lain yang tak kalah penting: hampir separuh individu elite dalam kumpulan data adalah perempuan, dan para peneliti tidak menemukan pola tempat tinggal patrilokal maupun matrilokal yang jelas.

Bagi sejarah militer, kabar ini menyentuh salah satu masyarakat penunggang kuda paling berpengaruh di stepa Eurasia. Skithia adalah pemanah berkuda yang taktik serang-mundurnya membuat frustrasi tentara-tentara besar zaman kuno — Herodotos mencatat kegagalan ekspedisi Darius I ke wilayah mereka. Bukti genetik bahwa kekuasaan mereka bertumpu pada segelintir garis keturunan, dan bahwa perempuan menempati posisi tinggi di dalamnya, memberi dasar material bagi kisah-kisah lama tentang pejuang perempuan stepa. Ringkasan studi ini juga dimuat Archaeology Magazine.

Sumber