30 Juli 2026
Fosil baru Gran Dolina: kanibalisme Homo antecessor 850.000 tahun lalu ternyata juga menyasar individu dewasa
Temuan 24 fosil Homo antecessor baru di gua Gran Dolina, Atapuerca, menunjukkan bekas sayatan kanibalisme pada individu dewasa — bukan hanya anak-anak seperti dugaan sebelumnya.
- Arkeologi
- Prasejarah
- Eropa
Musim penggalian terbaru di gua Gran Dolina, kompleks situs prasejarah Sierra de Atapuerca di Spanyol utara, memunculkan setidaknya 24 fosil Homo antecessor baru yang tertua diperkirakan berusia sekitar 850.000 tahun. Sebagaimana dilaporkan Archaeology Magazine berdasarkan pengumuman lembaga penelitian IPHES-CERCA (Institut Català de Paleoecologia Humana i Evolució Social), sebagian tulang itu menyimpan bekas sayatan alat batu yang dikaitkan dengan praktik kanibalisme.
Yang membuat temuan ini penting adalah komposisi usianya. Selama ini bekas kanibalisme di Gran Dolina hampir seluruhnya ditemukan pada sisa-sisa anak dan remaja, sehingga muncul dugaan bahwa perlakuan itu terbatas pada individu muda. Fosil-fosil baru mengubah gambaran tersebut: setidaknya enam di antara individu yang teridentifikasi kini tergolong dewasa, dan sebagian menunjukkan jejak pemotongan daging yang sama. Jumlah minimum individu di lapisan Aurora — nama endapan tempat fosil ditemukan — naik menjadi kisaran 13 hingga 15 orang.
Menurut peneliti, sampel yang lebih lengkap ini memberi dasar lebih kuat untuk mempelajari struktur demografi, bentuk tubuh, dan perilaku salah satu kelompok manusia paling awal di Eropa. Kanibalisme di kalangan hominin purba masih diperdebatkan tafsirnya — apakah bermotif nutrisi, ritual, atau konflik antar-kelompok — tetapi keberadaan korban dewasa memperluas pertanyaan lama tentang bagaimana kekerasan dan pemanfaatan tubuh sesama manusia sudah hadir jauh sebelum sejarah tertulis dimulai.