← Semua kabar

8 Juli 2026

Studi bioenergetika: Hannibal kemungkinan besar seberangi Alpen lewat Col de la Traversette

Model biaya energi yang terbit di PNAS pada Juli 2026 menempatkan Col de la Traversette — bukan Col du Clapier — sebagai jalur paling hemat bagi pasukan dan gajah perang Hannibal saat menyeberangi Alpen pada 218 SM.

  • Militer
  • Historiografi
  • Dunia kuno

Selama lebih dari dua ribu tahun, satu pertanyaan menghantui sejarah Hannibal Barca: lewat celah gunung mana persisnya panglima Kartago itu menyeret 37 gajah perang, puluhan ribu prajurit, dan ribuan kuda melintasi Pegunungan Alpen pada 218 SM di awal Perang Punik Kedua? Sebuah kajian baru mendekati teka-teki itu bukan sebagai soal geografi kuno, melainkan sebagai persoalan tubuh, pangan, dan kelelahan. Emilio Berti (German Centre for Integrative Biodiversity Research/Universitas Friedrich Schiller Jena) dan Fritz Vollrath (Universitas Oxford dan Save the Elephants) menerbitkan hasilnya di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) pada 8 Juli 2026.

Dengan prinsip ekologi pergerakan dan bioenergetika, keduanya memodelkan biaya energi empat jalur yang selama ini diperdebatkan. Hasilnya menunjuk Col de la Traversette sebagai lintasan termurah: total sekitar 5,42 terajoule untuk seluruh pasukan, dibandingkan 6,28 terajoule bila menempuh Col du Clapier yang selama ini justru dianggap kandidat paling mungkin. Menurut siaran Universitas Jena, yang paling menguras energi bukanlah pendakiannya sendiri, melainkan upaya menjaga gajah-gajah itu tetap hidup setelah turun ke Italia — tantangan logistik yang jauh lebih berat daripada sekadar melewati punggung gunung.

Pilihan jalur ini bukan perkara remeh bagi historiografi militer. Penyeberangan Alpen membuka jalan bagi rangkaian kemenangan Hannibal di tanah Italia — puncaknya pengepungan ganda yang melumat legiun Romawi di Pertempuran Cannae pada 216 SM. Menetapkan rute yang paling masuk akal secara fisik membantu sejarawan merekonstruksi tempo kampanye, titik-titik perbekalan, dan harga manusiawi dari manuver yang sampai kini dijadikan studi kasus keberanian sekaligus kenekatan strategis. Seperti dicatat Arkeonews, pendekatan energi ini menawarkan cara menimbang klaim sumber-sumber klasik yang saling bertentangan tanpa harus menunggu temuan artefak baru di lereng Alpen.

Sumber

Terkait di atlas ini