← Semua kabar

8 Juli 2026

Sembilan inskripsi baru dari Akmoneia menyingkap pendeta perempuan, patung pembawa obor, dan epigram prajurit Romawi

Publikasi di jurnal Gephyra memaparkan sembilan inskripsi baru dari kota Phrygia kuno Akmoneia, termasuk epigram makam bagi orang berlatar militer Romawi dan bukti pertama kultus Demeter Karpophoros di Phrygia.

  • Epigrafi
  • Romawi
  • Anatolia

Sembilan inskripsi baru dari Akmoneia (Acmonia), kota Phrygia kuno di wilayah Uşak, Turki barat, telah dipublikasikan oleh Hüseyin Uzunoğlu (Universitas Akdeniz) dan Münteha Dinç dalam jurnal Gephyra volume 31 (Juni 2026), dan diwartakan Archaeology Magazine pada 8 Juli 2026. Batu-batu bertulis itu dikumpulkan lewat survei lapangan di kota dan wilayah sekitarnya, lalu dibaca ulang untuk merekonstruksi kehidupan sipil dan keagamaan Akmoneia pada masa Kekaisaran Romawi.

Salah satu inskripsi mencatat Demades putra Dionysogenes — tokoh yang sudah dikenal dari sebuah dekret tahun 68 M — menyumbang sebuah lampadephoros, patung pembawa obor yang menerangi jalan utama kota pada malam hari; jenis persembahan yang tergolong langka. Inskripsi lain menyebut pendeta Hierokles putra Menander bersama putranya, Hermogenes, mendirikan patung Demeter Karpophoros, dewi kesuburan dan panen. Menurut Uzunoğlu, ini kali pertama kultus Demeter Karpophoros teridentifikasi di kawasan Phrygia. Yang juga menonjol: sebuah monumen makam bagi Mandana, disebut sebagai pendeta tinggi kota — bukti langka bahwa perempuan memegang jabatan imamat sipil, baik sendiri maupun bersama suaminya.

Bagi pembaca sejarah militer, tiga inskripsi makam yang termasuk dalam publikasi itu menyimpan hal menarik: salah satunya memuat sepasang epigram bagi orang-orang yang tampaknya berlatar dinas militer Romawi. Anatolia bukan medan tempur utama pada abad-abad itu, tetapi ia adalah lumbung tenaga manusia dan jalur logistik yang menghubungkan Roma dengan front timur — dari sinilah legiun ditarik ke Suriah dan Mesopotamia. Batu nisan seorang veteran di kota provinsi seperti Akmoneia adalah jejak paling sunyi dari mesin kekaisaran itu: prajurit yang pulang, menua, lalu dikubur di kampung halaman jauh dari medan yang pernah dijaganya.

Epigrafi bekerja lambat dan nyaris tanpa gaung — sembilan batu bertulis tidak akan menggantikan satu bab dalam buku sejarah. Namun justru dari kumpulan kecil semacam ini, gambaran kota-kota provinsi Romawi disusun sedikit demi sedikit: siapa yang punya uang, siapa yang boleh berdiri di altar, dan siapa yang namanya diabadikan setelah mati.

Sumber