← Semua kabar

24 Juli 2026

Kemah legiun era Marcus Aurelius tergali di Slovakia, saksi bisu Perang Marcomannia melawan suku Jermanik

Sisa-sisa kemah militer Romawi dengan lima gerbang, benteng, dan perlengkapan perang tergali di Šurany, saksi konflik Kekaisaran melawan suku Marcomanni pada akhir abad ke-2 M.

  • Romawi
  • Arkeologi
  • Perang marcomannia

Arkeolog menggali sisa-sisa sebuah kemah militer Romawi di Šurany, Slovakia barat daya, yang berasal dari akhir abad ke-2 Masehi — masa pemerintahan Kaisar Marcus Aurelius (161–180 M). Menurut Archaeology Magazine, kemah itu memiliki lima gerbang masuk, sistem parit-dan-tanggul melengkung, serta benteng pertahanan. Ekskavasi dikerjakan oleh Institut Arkeologi Akademi Ilmu Pengetahuan Slovakia, dengan Matej Ruttkay dan Michal Cheben di antara penelitinya.

Dari dalam parit, sumur, dan kuburan di lokasi, tim menemukan kerangka manusia serta beragam perlengkapan militer: paku sandal (caligae), mata tombak, mata panah, pecahan helm, potongan baju zirah, bros, dan koin. Kemah itu terletak di utara Sungai Danube — di luar batas resmi (limes) kekaisaran — dan tampaknya ditinggalkan segera setelah pertempuran usai. “Kami menyelidiki sebuah tempat yang lenyap tepat setelah konflik militer antara Romawi dan Jermanik,” ujar para peneliti sebagaimana dikutip Archaeology Magazine.

Kemah ini terkait dengan Perang Marcomannia (sekitar 166–180 M), rangkaian kampanye panjang Marcus Aurelius menahan tekanan konfederasi suku-suku Jermanik — terutama Marcomanni dan Quadi — yang menerobos perbatasan Danube dan sempat menyerbu hingga Italia utara. Perang itu menguras kas dan tenaga Roma pada penghujung era kejayaan, dan sang kaisar menghabiskan tahun-tahun terakhirnya di garis depan; ekspedisi militer ke seberang Danube seperti yang tersingkap di Šurany adalah wujud nyata upaya Roma memproyeksikan kekuatan ke jantung wilayah lawan.

Sumber