4 Juli 2026
Kota Bizantium berbenteng di Oasis Dakhla Mesir tersingkap lengkap dengan menara pengawas
Misi Mesir menyingkap kota permukiman Bizantium abad ke-4–5 di Ain el-Sabil, Oasis Dakhla, lengkap dengan dua menara pengawas dan struktur berbenteng.
- Arkeologi
- Romawi akhir
- Bizantium
Kementerian Pariwisata dan Barang Antik Mesir mengumumkan penyingkapan sebuah kota permukiman Bizantium yang terawat baik di Ain el-Sabil, Oasis Dakhla, di gurun barat Mesir. Misi Dewan Tertinggi Barang Antik menemukan pusat kota terencana dari abad ke-4–5 M dengan jaringan jalan teratur, sebuah basilika Kristen, rumah-rumah dari bata lumpur, serta — yang menarik bagi sejarah militer — dua menara pengawas dan sebuah struktur berbenteng, sebagaimana dilaporkan HeritageDaily dan The Week pada awal Juli 2026. Situs itu juga memuat sekitar 200 ostraka berbahasa Koptik dan Yunani serta koin perunggu dan emas, termasuk keping dari masa Kaisar Konstantius II (337–361 M) yang membantu menetapkan kronologinya.
Arsitektur pertahanan di jantung oasis gurun ini menyiratkan keresahan keamanan yang membayangi wilayah-wilayah tepi Kekaisaran Romawi Akhir dan Bizantium. Menara pengawas dan struktur berbenteng dibangun bukan karena ada pertempuran besar yang tercatat di sana, melainkan sebagai penjagaan rutin terhadap perampok gurun dan gangguan pada jalur niaga — sebuah pengingat bahwa keamanan di perbatasan kekaisaran ditegakkan sehari-hari, jauh dari medan tempur utama.
Pada pengumuman yang sama, Mesir juga menyingkap 18 makam di Marina el-Alamein, sekitar 100 kilometer barat Aleksandria, milik kota pelabuhan kuno Leukaspis yang berkembang pada abad ke-2 hingga ke-4 M. Bersama kota berbenteng di Dakhla, temuan ini memperkaya gambaran tentang kehidupan — dan penjagaan — di provinsi-provinsi Mesir pada abad-abad penutup kekuasaan Romawi.