21 Juli 2026
Kemah Romawi ketujuh tersingkap di La Loma, ungkap skala pengepungan Perang Kantabria di bawah Augustus
Sebuah kemah legiun yang sebelumnya tak dikenal — dijuluki Situs F — menambah jumlah posisi militer Romawi di sekitar benteng bukit La Loma menjadi tujuh, memperkuat perkiraan 12.000–18.000 prajurit terlibat dalam pengepungannya.
- Romawi
- Arkeologi
- Hispania
- Pengepungan
Tim arkeolog di Spanyol utara mengumumkan penemuan sebuah kemah militer Romawi yang sebelumnya tak dikenal di dekat benteng bukit Zaman Besi La Loma (Santibáñez de la Peña, Palencia). Menurut Heritage Daily, kemah yang diberi kode Situs F ini menambah jumlah posisi militer Romawi yang teridentifikasi di sekeliling La Loma menjadi tujuh — sebuah jaringan kemah yang saling terhubung oleh rute-rute militer. Ekskavasi dipimpin oleh Institut Monte Bernorio untuk Kajian Kepurbakalaan Kantabria (IMBEAC) bersama Heroica Arqueología y Patrimonio Cultural, dengan direktur Santiago Domínguez.
Temuan itu memperkuat teori bahwa antara 12.000 dan 18.000 prajurit Romawi ikut serta dalam pengepungan La Loma, menjadikannya salah satu operasi militer terbesar dalam penaklukan Romawi atas Hispania utara. Berdasarkan koin dan bukti arkeologis lain, para peneliti menanggalkan pengepungan itu antara 26 dan 24 SM, dengan 25 SM dianggap tahun yang paling mungkin. Kemah baru itu diyakini bagian dari kepungan luas yang dirancang untuk mengisolasi permukiman berbenteng La Loma dan memutus jalur bantuannya.
Pengepungan ini termasuk dalam Perang Kantabria (29–19 SM), kampanye terakhir dalam penaklukan Romawi atas Semenanjung Iberia yang diperintahkan langsung oleh Kaisar Augustus untuk menundukkan bangsa-bangsa merdeka terakhir di ujung barat laut Hispania. “Penemuan ini memperluas secara signifikan pemahaman kita tentang pengepungan Romawi,” ujar Domínguez sebagaimana dikutip Heritage Daily, menekankan bagaimana kemah-kemah dan jalur yang menghubungkannya menunjukkan infrastruktur militer yang sangat terorganisasi.
Kekejaman kampanye itu terekam bukan hanya dari benteng dan parit. Dalam penggalian yang sama, para arkeolog sebelumnya menemukan tengkorak seorang pejuang Kantabria yang dipenggal dan — menurut Arkeonews — dipertontonkan oleh pasukan Romawi sebagai trofi perang, sebuah pengingat bahwa penaklukan Iberia ditutup dengan perlawanan sengit dan penindasan yang tak kalah keras.