← Semua kabar

6 Juli 2026

Makam "pangeran perang" Picene berusia 2.500 tahun dengan kereta dan helm perunggu tersingkap di Sirolo

Penggalian di nekropolis Conero, Sirolo (Italia), menemukan makam pangeran Picene abad ke-6 SM lengkap dengan kereta dua roda, helm dan kapak perunggu, di jantung satu kompleks pemakaman aristokratik.

  • Arkeologi
  • Italia kuno

Penggalian arkeologi preventif di Sirolo, dekat Monte Conero di pesisir Adriatik Italia, menyingkap sebuah kompleks pemakaman monumental abad ke-6 SM milik masyarakat Picene — bangsa aristokratik pra-Romawi Italia tengah. Sebagaimana dilaporkan Archaeology Magazine, di pusat lingkaran pemakaman itu terdapat makam seorang laki-laki dengan sisa currus, kereta perang dua roda yang tampaknya diletakkan utuh di dalam liang kubur. Bekal kuburnya mencakup persenjataan: helm perunggu, sebuah kapak, dan senjata ofensif lain — penanda bahwa yang dimakamkan adalah tokoh berpangkat tinggi, seorang panglima atau “pangeran perang”. Penggalian dipimpin arkeolog Stefano Finocchi di bawah Superintendensi Arkeologi untuk Provinsi Ancona serta Pesaro dan Urbino.

Dalam budaya Italia pra-Romawi, kereta yang disertakan dalam makam nyaris selalu ditafsirkan sebagai lambang pangkat dan otoritas elite, bukan alat angkut sehari-hari. Yang membuat temuan Sirolo istimewa adalah konteksnya: makam sang pangeran tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi inti sebuah “nukleus aristokratik” utuh — dikelilingi palisade kayu melingkar yang selama ini belum pernah tercatat di kawasan Piceno, dan berdampingan dengan makam seorang perempuan yang menyimpan fibula amber berhias. “Untuk pertama kalinya kami dapat mengamati bukan makam yang terisolasi, melainkan satu inti aristokratik yang lengkap,” ujar Finocchi.

Bagi sejarah peperangan, temuan ini memperkaya gambaran tentang elite prajurit di Semenanjung Italia berabad-abad sebelum Roma menguasai wilayah itu — masa ketika kekuatan militer melekat pada rumah tangga bangsawan yang dimakamkan bersama helm, kapak, dan keretanya. Menurut Live Science, penemuan ini juga memungkinkan arkeolog menempatkan kembali sebuah makam prajurit yang tergali pada 2020 ke dalam kerangka pemakaman keluarga yang jauh lebih luas.

Sumber