4 Juli 2026
Mesir singkap 18 makam kuno berisi jimat "lidah emas" di Marina El Alamein
Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir mengumumkan 18 makam era Ptolemaik–Romawi di Marina El Alamein, lengkap dengan jimat lidah emas dan sarkofagus granit yang masih tersegel.
- Arkeologi
- Mediterania
- Romawi
Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir pada awal Juli 2026 mengumumkan temuan 18 makam kuno di situs Marina El Alamein di pesisir barat laut Mediterania, sekitar 300 kilometer dari Kairo. Menurut Daily News Egypt, makam-makam itu terdiri atas 11 hipogeum (makam batu bawah tanah) sedalam sekitar delapan meter dan tujuh makam batu kapur di permukaan — beberapa masih tertutup lempeng batu aslinya dan belum tersentuh sejak zaman kuno. Temuan ini menaikkan jumlah makam yang tercatat di situs tersebut menjadi 44 sejak pertama digali pada 1986.
Di antara temuan paling mencolok adalah 24 keping emas berbentuk lidah yang diletakkan di dalam mulut sebagian jenazah — bagian dari ritual “lidah emas” yang diyakini menjamin si mati tetap bisa berbicara di hadapan para dewa alam baka — serta satu jimat emas berbentuk Mata Horus, lambang perlindungan Mesir kuno. Tim juga menemukan sarkofagus granit sepanjang 2,5 meter yang tutupnya masih tersegel. Situs kuno ini, yang dikenal dengan nama Leukaspis, adalah kota pelabuhan tempat tradisi Mesir, Yunani, dan Romawi berbaur selama berabad-abad. Seperti dilaporkan Euronews, perpaduan gaya arsitektur dan penguburannya menegaskan peran kota itu sebagai persilangan peradaban Mediterania.
Nama modern situs ini menyimpan gema sejarah lain: pesisir yang sama, di El Alamein, dua ribu tahun kemudian menjadi medan salah satu pertempuran paling menentukan Perang Dunia II — ketika pasukan Sekutu di bawah Bernard Montgomery menghentikan Erwin Rommel pada 1942. Bagi pembaca yang menekuni sejarah peperangan, garis pantai gersang itu menautkan dua zaman yang jauh terpisah: kota dagang Helenistik yang damai dan garis depan tank abad ke-20 — keduanya sama-sama menjadi lapisan tanah yang kini digali para arkeolog.