20 Juli 2026
Serpihan terakhir meriam yang meledak di Pertempuran Valcour 1776 diangkat dari dasar Danau Champlain
Kepingan terakhir meriam yang meledak di atas kapal perang New York milik Benedict Arnold diangkat dari Danau Champlain, hampir 250 tahun setelah salah satu pertempuran laut paling awal Amerika.
- Revolusi amerika
- Arkeologi maritim
- Artileri
Sepotong artileri dari era Perang Revolusi Amerika diangkat dari dasar Danau Champlain, di lepas pantai Pulau Valcour, hampir 250 tahun setelah salah satu pertempuran laut paling awal Amerika. Menurut WAMC, serpihan itu adalah bagian terakhir yang hilang dari sebuah meriam di atas kapal perang New York — satu dari delapan kapal di bawah komando Benedict Arnold dalam Pertempuran Valcour pada 11 Oktober 1776. Meriam itu meledak saat pertempuran, menewaskan Letnan Thomas Rogers dan melukai setidaknya seorang prajurit kolonial lain.
Pertempuran Valcour adalah pergulatan angkatan laut Amerika yang pertama melawan armada Inggris. Meski armada kecil Arnold akhirnya kalah dan sebagian besar kapalnya hancur, perlawanan itu memperlambat gerak maju Inggris dari Kanada menjelang musim dingin dan dianggap ikut membeli waktu berharga bagi pihak revolusioner. Kapal-kapal dayung dan galai yang tenggelam di Danau Champlain sejak itu menjadi salah satu situs arkeologi maritim Revolusi paling penting di Amerika Utara.
Menurut Heritage Daily, serpihan ini diangkat 27 tahun 5 hari setelah bagian pertama meriam yang sama ditemukan pada 1999. Proyek pengangkatan dijalankan Pusat Arkeologi Maritim & Konservasi (CMAC), dipimpin Program Arkeologi Nautika Universitas Texas A&M bersama Museum Maritim Danau Champlain, Museum Negara Bagian New York, dan Naval History and Heritage Command. Peneliti memakai teknologi magnetometer untuk melacak pecahan yang terkubur dalam di bawah lapisan lempung, lalu penyelam mengangkatnya perlahan dengan kantong apung.
“Ini kepingan sejarah yang luar biasa — sejarah kita, sejarah nasional, sejarah internasional,” ujar Art Cohn, ilmuwan Institute of Nautical Archaeology sekaligus salah satu pendiri museum, sebagaimana dikutip WAMC. Serpihan meriam itu akan menjalani konservasi sebelum dipajang bersama pecahan-pecahan lain yang telah lebih dulu diselamatkan di Museum Maritim Danau Champlain.