7 Juli 2026
Sesajen 43 figur kayu dan tulang muncul di Peñico — jejak ritual peradaban tertua Amerika yang bertahan setelah Caral surut
Tim Ruth Shady Solís menemukan 43 patung kayu dan tulang berusia sekitar 3.800 tahun yang sengaja ditanam sebagai persembahan konsekrasi sebuah platform di pusat seremonial Peñico, dekat Kota Suci Caral-Supe.
- Arkeologi
- Dunia kuno
Di situs Peñico, sebuah pusat seremonial kuno di Provinsi Huaura, Peru — sekitar 13 kilometer dari Kota Suci Caral-Supe — para arkeolog menyingkap sekumpulan sesajen yang telah terkubur hampir empat milenium. Sebagaimana dilaporkan Heritage Daily pada awal Juli 2026, temuan berupa 43 patung kecil dari kayu dan tulang itu ditemukan tim yang dipimpin arkeolog Dr. Ruth Shady Solís dari Zona Arkeologi Caral, di bawah Kementerian Kebudayaan Peru.
Ke-43 benda itu ditanam sengaja di dalam susunan setengah lingkaran dari batu bulat selebar sekitar 22 sentimeter, lalu ditutup sebongkah batu besar — sebuah persembahan konsekrasi yang menandai pembangunan platform baru di dalam bangunan publik. Menurut Archaeology Magazine, pahatannya menggambarkan sosok perempuan, figur-figur otoritas atau kemungkinan dewa, burung, ular, dan berudu, di samping ragam motif geometris dan abstrak. Sebagian permukaan berukir dan menunjukkan bekas terpapar api, sementara rongga-rongga kecil dulunya menampung inlai mineral dan batu semimulia — termasuk sembilan “mata” dari cangkang moluska serta manik berwarna biru-hijau.
Peñico terbentang 19,4 hektare dengan 15 bangunan publik dan berkembang kira-kira 1800–1500 SM, pada fase belakangan peradaban Caral. Caral sendiri dikenal sebagai peradaban tertua yang diketahui di benua Amerika, sezaman dengan piramida Mesir dan kota-kota Mesopotamia. Bagi para peneliti, deposit ritual ini penting karena memperlihatkan bahwa pengetahuan, kepercayaan, dan tradisi keagamaan Caral tidak lenyap begitu saja ketika kota-kota utamanya merosot, melainkan diwariskan dan terus memengaruhi masyarakat penerus di pesisir, pegunungan, dan tepi rimba Peru.