← Semua kabar

23 Juli 2026

Kepompong ulat sutra 4.000 tahun di Uzbekistan: budi daya sutra mendahului Jalur Sutra

Tiga kepompong Bombyx mori dari situs Zaman Perunggu Sapalli Tepe, Uzbekistan, bertanggal langsung ~2000 SM — bukti budi daya ulat sutra tertua di luar Tiongkok, hampir 2.000 tahun sebelum Jalur Sutra terbentuk.

  • Arkeologi
  • Jalur sutra
  • Asia tengah
  • Zaman perunggu

Tim arkeolog Tiongkok dan Uzbekistan menemukan tiga kepompong ulat sutra yang terawat baik di situs Zaman Perunggu Sapalli Tepe, di lembah Sungai Surkhan-Darya, Uzbekistan selatan. Protein sutra dari kepompong itu dipastikan berasal dari spesies ngengat Bombyx mori dan bertanggal radiokarbon langsung ke sekitar 2000 SM (1940–1765 kal. SM), berasosiasi dengan arang pohon murbei. Sebagaimana dilaporkan The Source (Washington University) dan Phys.org, inilah rekaman arkeologis kepompong ulat sutra tertua dengan penanggalan radiokarbon langsung — dan bukti budi daya sutra paling awal yang diketahui di luar Tiongkok.

Studi yang terbit di jurnal Science Advances ini, dengan penulis utama Xinyi Liu (Washington University in St. Louis), menggeser mundur perkiraan penyebaran serikultur hampir 2.000 tahun. Sebelumnya para peneliti meyakini teknologi pembuatan sutra baru mencapai kawasan itu setelah Jalur Sutra terbentuk pada awal Masehi. Temuan ini menunjukkan pasangan murbei–Bombyx khas Asia Timur sudah menyebar ke Asia Tengah selatan sejak milenium kedua SM, kemungkinan lewat jalur trans-Himalaya.

Bagi sejarah dunia, temuan ini menggeser kronologi salah satu komoditas paling strategis dalam sejarah pertukaran Eurasia. Sutra bukan sekadar barang mewah; ia menjadi mata uang diplomasi, upeti, dan — jauh kemudian — urat nadi jaringan dagang yang menghubungkan Tiongkok Han dengan Roma. Bukti bahwa budi dayanya berakar ribuan tahun sebelum “Jalur Sutra” resmi memperlihatkan bahwa proses globalisasi awal berlangsung jauh lebih dini daripada yang lazim dikira.