← Semua kabar

9 Juli 2026

Tablet paku ungkap tiga raja Asyur yang sengaja dihapus dari Daftar Raja resmi

Kajian di Journal of Cuneiform Studies mengidentifikasi tiga penguasa Neo-Asyur berumur pendek yang dicoret dari Daftar Raja Asyur karena naik takhta lewat perebutan kekuasaan.

  • Historiografi
  • Epigrafi
  • Dunia kuno

Daftar Raja Asyur (Assyrian King List) selama ini dianggap tulang punggung kronologi Timur Dekat kuno: deretan nama penguasa yang tampak rapi dan berkesinambungan. Namun sebuah kajian baru menunjukkan daftar itu bukan arsip yang jujur, melainkan versi resmi yang sudah dibersihkan. Dalam artikel “Three New Kings of Assyria” yang terbit di Journal of Cuneiform Studies, Eckart Frahm (Universitas Yale) dan Alexander Johannes Edmonds (Universitas Münster) memaparkan bukti tiga raja yang selama ini luput dari daftar tersebut — semuanya berkuasa kurang dari dua tahun sebelum digulingkan.

Menurut Yale News, ketiganya adalah seorang Ashur-uballit yang takhtanya direbut Adad-nirari II pada 912 SM; seorang Tiglath-pileser yang memberontak terhadap keponakannya, Ashur-dan III, sekitar 763 SM — kemungkinan memanfaatkan kepanikan usai gerhana matahari besar — sebelum ditumbangkan; dan seorang Shalmaneser yang naik akhir 747 SM lalu kehilangan takhta kepada Tiglath-pileser III hanya setahun kemudian. Bukti-buktinya berserak di tablet-tablet paku: sebuah tablet hibah kerajaan bertarikh 762 SM dari Niniwe di British Museum, sebuah stela dari Tell Abta yang namanya sengaja ditimpa ukiran baru, dan catatan restorasi sebuah bejana perak di Ashur.

Bagi historiografi, temuan ini lebih dari sekadar menambah tiga nama. Frahm dan Edmonds berargumen bahwa Daftar Raja “kurang tepat disebut register lengkap, lebih tepat disebut versi sejarah kerajaan yang telah disahkan”: setiap episode instabilitas, perebutan takhta, dan perang saudara disapu bersih demi menampilkan citra kerajaan yang tertib dan diberkati dewa. Seperti dirangkum Arkeonews, para pewaris takhta secara harfiah memahat ulang ingatan — mengukir nama baru di atas nama lama — sehingga peperangan internal salah satu imperium militer paling ditakuti di dunia kuno nyaris lenyap dari catatan resminya sendiri.

Sumber