4 Agustus 2026
Ruang yang dikira kuil Mithras ternyata perpustakaan Romawi tertua di Semenanjung Iberia
Peneliti Universitas Granada menafsir ulang serangkaian ruang di vila Fuente Álamo dekat Córdoba sebagai perpustakaan pribadi abad ke-4 M — yang tertua di Hispania dan paling barat di seluruh Imperium Romawi.
- Arkeologi
- Romawi
- Hispania
- Historiografi
Di vila Romawi Fuente Álamo dekat Puente Genil, Provinsi Córdoba, Spanyol, sederet ruang yang selama beberapa dekade dikira bagian dari mithraeum — tempat pemujaan dewa Mithras — kini ditafsir ulang sebagai sebuah perpustakaan. Sebagaimana dilaporkan Archaeology Magazine, tim peneliti dari Universitas Granada sampai pada kesimpulan itu setelah menerapkan metode shape grammar: menganalisis tata letak, apsis, relung persegi, podium, dan ruang bantu, lalu membandingkannya dengan denah perpustakaan Romawi yang sudah dikenal.
Bangunan itu ditanggali ke abad ke-4 Masehi, masa kemakmuran Provinsi Baetica, ketika para tuan tanah kaya membangun vila megah di pedalaman Andalusia. Menurut para peneliti, ini bukan sekadar perpustakaan tertua yang terdokumentasi di Semenanjung Iberia, melainkan juga salah satu perpustakaan pribadi paling terpelihara di seluruh Imperium Romawi sekaligus yang paling barat letaknya. Perpustakaan Romawi sulit dikenali secara arkeologis karena rak kayu dan gulungan papirus jarang bertahan; identifikasi di sini justru bersandar pada bentuk ruang, bukan isi.
Temuan ini penting bagi historiografi karena menunjukkan bahwa budaya literasi dan koleksi teks klasik menembus jauh ke provinsi paling barat Roma, bukan hanya terpusat di kota-kota besar seperti Roma, Efesus, atau Aleksandria. Penafsiran ulang dari “kuil” menjadi “perpustakaan” juga menjadi pengingat bahwa tafsir arkeologis lama dapat berubah ketika ruang lama diperiksa dengan kerangka analitis baru.