← Semua kabar

1 Agustus 2026

626 tanda tukang batu di Gerbang Tauchira ungkap cara benteng kota Yunani Ptolemais dibangun

Analisis 626 tanda pahat pada menara Gerbang Tauchira di Ptolemais, Libya, memperlihatkan bagaimana regu buruh mengorganisasi dan mendanai pembangunan gerbang benteng Helenistik itu pada abad ke-2 SM.

  • Yunani helenistik
  • Epigrafi
  • Fortifikasi
  • Libya
  • Afrika utara
  • Dunia kuno

Pada awal Agustus 2026 tersiar kabar bahwa arkeolog Anna Urszula Kordas dari Universitas Warsawa telah mendokumentasikan dan menganalisis 626 tanda tukang batu (stonemason marks) yang terpahat pada balok batu kapur menara Gerbang Tauchira — gerbang monumental di tembok kota Yunani kuno Ptolemais (kini Tolmeita) di pesisir Cyrenaica, Libya. Menurut Libya Update, studi itu terbit di jurnal European Journal of Archaeology dengan judul “Life on a Hellenistic construction site: Stonemasons’ marks on the Tauchira Gate at Ptolemais in Cyrenaica”, memakai foto dari misi Polandia tahun 2006 yang dipadukan dengan pemetaan digital. Ptolemais adalah salah satu dari lima kota Pentapolis Cyrenaica dan pelabuhan penting bagi Kirene di dunia Helenistik.

Kordas memilah tanda-tanda itu ke dalam 27 jenis yang terbelah menjadi dua kelompok. Kelompok pertama muncul pada batu kasar yang tak terpoles dan kerap tersembunyi dari pandangan — kemungkinan terkait tahap penggalian atau pengangkutan batu — sedangkan kelompok kedua dipahat rapi pada permukaan luar menara yang terlihat. Keduanya menunjukkan dua sistem berbeda untuk mengatur kerja dan pembayaran upah: sebagian tanda berupa deret sederhana huruf Yunani yang menyiratkan buruh dibagi ke dalam regu-regu berlabel huruf, sementara simbol yang lebih rumit mungkin menandai nama pemilik bengkel atau donatur yang ikut mendanai pembangunan. Analisis bentuk huruf (paleografi) menempatkan pengerjaan gerbang pada abad ke-2 SM, khas prasasti Ptolemaik pada masa Ptolemeus VI dan Ptolemeus VIII.

Temuan ini juga mengoreksi anggapan lama. Pola tanda menyiratkan kedua menara gerbang dibangun serentak — bukan bertahap seperti dugaan riset Jerman terdahulu — kemungkinan karena kebutuhan pertahanan yang mendesak. Sebagai bagian dari sistem benteng kota, gerbang semacam ini adalah struktur militer sekaligus sipil, dan tanda-tanda tukang batu membuka jendela langka ke logistik serta tenaga kerja di balik pembangunan fortifikasi Helenistik. Yang menarik, para pembangun sengaja membiarkan tanda-tanda itu tetap terlihat setelah pekerjaan rampung — barangkali untuk menghormati regu buruh atau para pendananya, gema dari cara kota-kota Yunani menghargai jasa benefaktor mereka.

Sumber