← Semua kabar

3 Agustus 2026

Patung marmer monumental pemuda berumur 2.500 tahun tersingkap di Sardis, bekas ibu kota Lydia

Arkeolog di Sardis, Türkiye, menemukan patung marmer pemuda setinggi 2,2 meter dari abad ke-5 SM yang dipakai ulang sebagai batu perkerasan jalan berkolom pada zaman Romawi.

  • Arkeologi
  • Anatolia
  • Lydia
  • Yunani klasik

Di kota kuno Sardis, di distrik Salihli, Provinsi Manisa, Türkiye barat, arkeolog menyingkap sebuah patung marmer monumental yang menggambarkan seorang pemuda, setinggi 2,2 meter dan berumur sekitar 2.500 tahun. Sebagaimana dilaporkan Daily Sabah, patung yang ditemukan dalam dua bagian besar itu ditanggali secara stilistik ke paruh pertama abad ke-5 SM (sekitar 470–450 SM). Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Mehmet Nuri Ersoy mengumumkan temuan tersebut sebagai salah satu penemuan terpenting dalam arkeologi Anatolia belakangan ini.

Sang pemuda mengenakan himation tebal di atas chiton tipis, dengan busana dalam berhias jalur-jalur mendatar, dan diperkirakan menggenggam sebuah buah kuince di tangan kanan sebagai persembahan votif. Kombinasi busana itu disebut belum dikenali pada patung sebanding mana pun di Anatolia maupun Yunani, sehingga menandai watak lokal yang kuat dan kaitan erat dengan budaya Lydia. Patung bertahan begitu utuh justru karena pada zaman Romawi ia dipakai ulang sebagai batu perkerasan jalan berkolom di gerbang kota — diletakkan telungkup sehingga wajah dan rinciannya terlindung selama berabad-abad.

Sardis dahulu adalah ibu kota kerajaan Lydia, pusat kekayaan Raja Kroisos, sebelum ditaklukkan Persia Akhemeniyah di bawah Kyros Agung pada 546 SM. Sebagai kedudukan satrap dan pangkal Jalan Kerajaan Persia, kota ini menjadi simpul militer sekaligus administratif — titik tolak yang kelak dipakai Xerxes menghimpun pasukan untuk menyerbu Yunani. Patung dari periode Akhemeniyah ini memperlihatkan bahwa, di bawah kekuasaan Persia sekalipun, seni pahat monumental bercorak Lydia-Yunani terus hidup di jantung Anatolia.