30 September 2026
Tiga finalis Cundill History Prize menyoroti segregasi dan pembentukan kultus politik
Jonathan Cheng, Alexander Lee, dan Beth Lew-Williams menjadi finalis penghargaan buku sejarah Cundill 2026, dengan pemenang dijadwalkan diumumkan pada 23 Oktober.
- Historiografi
- Buku sejarah
- Penghargaan
Panitia Cundill History Prize pada 30 September 2026 mengumumkan tiga finalis: Jonathan Cheng, Alexander Lee, dan Beth Lew-Williams. Penghargaan yang dikelola McGill University ini menilai karya sejarah berbahasa Inggris atau yang diterjemahkan ke bahasa Inggris. Pemenang dijadwalkan diumumkan di Montreal pada 23 Oktober; pengumuman September ini belum menetapkan juara.
Buku Cheng, Korean Messiah, membahas akar Kristen dalam kultus kepribadian Kim Il Sung. Lee melalui The First Ghetto menelusuri sejarah Venesia dan komunitas Yahudinya. Sementara itu, John Doe Chinaman karya Lew-Williams menelaah kehidupan orang Tionghoa di bawah hukum rasial Amerika. Ketiganya terpilih dari delapan buku dalam daftar pendek.
Dalam penilaian juri yang dipimpin Emily Greenwood, karya-karya tersebut mempertemukan persoalan pembentukan mitos politik, segregasi, dan upaya manusia bertahan di bawah pembatasan sosial. Hadiah utama bernilai 75.000 dolar AS, sedangkan dua finalis lainnya masing-masing akan menerima 10.000 dolar AS.