← Semua kabar

16 September 2026

Eksperimen papirus bertinta timbal membuka jalan untuk membaca gulungan Herculaneum

Kajian pada gulungan modern yang dihanguskan menguji cara mengenali tinta dan membaca teks tanpa membuka papirus secara fisik.

  • Arkeologi
  • Naskah kuno
  • Romawi
  • Historiografi

Pada 16 September 2026, UC Berkeley mengumumkan eksperimen untuk membantu pembacaan gulungan papirus Herculaneum. Douglas Seiler dan rekan-rekannya membuat gulungan dari papirus modern, menulisinya dengan tinta yang ditambahkan timbal, lalu menghanguskannya. Melalui tomografi sinar-X dan perangkat lunak, mereka berhasil membuka gulungan itu secara virtual dan membaca tulisannya. Hasilnya diterbitkan pada hari yang sama dalam PLOS ONE.

Timbal membantu membedakan tinta dari papirus hangus pada hasil pemindaian. Tim juga mendeteksi unsur tersebut dengan alat fluoresensi sinar-X genggam. Mereka mengusulkan pemeriksaan awal untuk memilih gulungan kuno yang mengandung tinta bertimbal sebelum menjalani pemindaian lebih lanjut. Eksperimen ini menunjukkan kelayakan metode pada bahan buatan laboratorium; keberhasilannya belum membuktikan bahwa semua gulungan Herculaneum dapat dibaca dengan cara yang sama.

Gulungan Herculaneum terkarbonisasi akibat letusan Vesuvius pada 79 M. Koleksi itu menyimpan teks filsafat dan karya lain dari dunia Romawi, tetapi kerapuhan papirus membuat pembukaan fisik berisiko menghancurkannya. Bagi penelitian sejarah, model yang teks dan komposisi tintanya diketahui menyediakan bahan pembanding untuk menguji algoritme pembacaan tanpa mempertaruhkan naskah asli. Langkah berikutnya yang diusulkan adalah menilai kandungan tinta pada gulungan kuno, bukan menganggap eksperimen ini sebagai penemuan karya sastra baru.

Sumber