24 September 2026
Kompleks pemandian Ophel memperjelas infrastruktur peziarahan Yerusalem kuno
Laporan penggalian Ophel mengungkap tiga pemandian ritual dan jaringan air yang diduga melayani peziarah sebelum kehancuran Yerusalem pada 70 M.
- Arkeologi
- Sejarah kuno
- Yerusalem
Pada 24 September 2026, pengumuman Universitas Ibrani Yerusalem yang dimuat Phys.org melaporkan hasil penggalian kompleks pemandian di Ophel, sebelah selatan Bukit Bait Suci. Kompleks awal abad pertama M itu mencakup tiga pemandian ritual Yahudi (mikva’ot), kolam berplester, pelataran, dan saluran air. Tim menafsirkan lokasinya dekat gerbang sebagai petunjuk bahwa fasilitas ini melayani penyucian para peziarah.
Salah satu pemandian masih memiliki atap batu melengkung, dengan tinggi terawetkan 4,2 meter menurut laporan tersebut. Saluran pembuangan mengarah ke Lembah Kidron. Dalam liputan lapangan The Times of Israel, arkeolog Uzi Leibner menjelaskan bahwa jalur lengkap pasokan air belum ditemukan; hubungan dengan akuaduk masih merupakan dugaan. Temuan ini membantu menelaah sarana yang diperlukan untuk menampung peziarah, bukan memastikan jumlah pengunjungnya.
Menurut tim penggalian, penggunaan kompleks berakhir ketika tentara Romawi menghancurkan Yerusalem pada 70 M. Koin dari pemberontakan melawan Roma ditemukan di lantai dan puing kehancurannya. Di bawah kompleks juga teridentifikasi pemandian lebih awal yang diperkirakan berasal dari abad pertama SM. Lapisan-lapisan ini memberi bahan untuk menelusuri perubahan fasilitas keagamaan sebelum perang mengakhiri penggunaannya.