- Peradaban Kuno
- 1457 SM
Pertempuran Megiddo
Kemenangan Firaun Thutmose III atas koalisi Kanaan pimpinan Raja Kadesh di kota Megiddo (± 1457 SM) — pertempuran dengan catatan terperinci tertua yang bertahan dan asal-usul nama "Armageddon".
Kemenangan Firaun Thutmose III atas koalisi Kanaan pimpinan Raja Kadesh di kota Megiddo (± 1457 SM) — pertempuran dengan catatan terperinci tertua yang bertahan dan asal-usul nama "Armageddon".
Bentrokan kereta perang massal Zaman Perunggu (± 1274 SM) antara Ramesses II dari Mesir dan Muwatalli II dari Kekaisaran Het di Sungai Orontes — pertempuran dengan catatan terperinci tertua yang bertahan, berakhir tak konklusif dan kelak melahirkan perjanjian damai tertulis tertua yang bertahan.
Kemenangan menentukan Aleksander Agung atas Darius III pada 331 SM yang meruntuhkan Kekaisaran Persia Akhemeniyah lewat manuver oblik dan serangan baji langsung ke jantung komando Darius.
Kemenangan taktis Aleksander Agung atas Raja Poros di tepi Sungai Hydaspes (Jhelum) pada 326 SM — penyeberangan sungai malam hari dan taktik anti-gajah yang gemilang, sekaligus pertempuran besar terakhir sang penakluk sebelum pasukannya menolak maju lebih jauh ke timur.
Pertempuran penutup Perang Punik Kedua yang membalik taktik pengepungan Hannibal sendiri: Scipio menetralkan 80 gajah lewat lorong manipel, merebut keunggulan kavaleri, lalu mengepung Kartago dari belakang.
Penyergapan multi-hari koalisi suku Germania pimpinan Arminius yang memusnahkan tiga legiun Romawi (XVII, XVIII, XIX) di bawah Varus pada 9 M — bencana yang menghentikan ekspansi Roma ke Germania dan mengukuhkan Sungai Rhine sebagai batas kekaisaran.
Kemenangan menentukan Dinasti Jin Timur yang kalah jumlah atas pasukan raksasa Qin Awal pimpinan Fu Jian di Sungai Fei (akhir 383 M, Anhui) — ketika sebuah penarikan mundur yang salah dimengerti berubah jadi kepanikan massal dan meruntuhkan tentara yang tampak tak terkalahkan.
Kemenangan menentukan panglima Goguryeo Eulji Mundeok tahun 612 M yang memusnahkan tentara ekspedisi Dinasti Sui di Sungai Salsu (kini Sungai Cheongcheon, Korea Utara) — dari ~305.000 penyerbu yang menyeberang menuju Pyongyang, hanya sekitar 2.700 yang pulang; bencana yang ikut meruntuhkan Sui.
Kemenangan menentukan Kesultanan Seljuk Raya pimpinan Alp Arslan atas Kekaisaran Bizantium dan Kaisar Romanos IV Diogenes di dekat Manzikert (26 Agustus 1071 M / sekitar 463 H) — membuka Anatolia bagi pemukiman Turki dan ikut memicu Perang Salib Pertama.
Pengepungan dan penjarahan Baghdad oleh pasukan Mongol pimpinan Hulagu Khan pada Januari–Februari 1258 (656 H) yang menewaskan Khalifah al-Musta'sim dan menamatkan lima abad Kekhalifahan Abbasiyah — bencana yang mengguncang dunia Islam.
Kemenangan telak Amir Timur atas Sultan Utsmaniyah Bayezid I di dataran Çubuk dekat Ankara pada 1402 — Timur memenangi pertempuran lewat manuver, penguasaan air, dan pembelotan vasal, menawan satu-satunya sultan Utsmaniyah yang pernah jatuh ke tangan musuh dan menunda jatuhnya Konstantinopel selama setengah abad.
Penyergapan pada 16 November 1532 saat 168 penakluk Spanyol pimpinan Francisco Pizarro menjebak dan menawan Kaisar Inka Atahualpa di alun-alun Cajamarca, membantai ribuan rombongannya tanpa satu pun tentara Spanyol tewas, dan membuka keruntuhan Kekaisaran Inka.
Kemenangan menentukan pasukan kecil Saadi Maroko pimpinan Judar Pasha yang sarat senjata api atas tentara raksasa Kekaisaran Songhai Askia Ishaq II pada 13 Maret 1591 di dekat Gao — dalam sekitar dua jam, arquebus dan meriam meruntuhkan salah satu kekaisaran terbesar Afrika Barat dan mengakhiri kejayaan trans-Sahara Songhai.
Pengepungan 60 hari pada 1683 saat Kesultanan Utsmaniyah di bawah Wazir Agung Kara Mustafa mengepung Wina, dipatahkan serbuan kavaleri Liga Suci pimpinan Raja Jan III Sobieski di Kahlenberg — titik balik surutnya Utsmaniyah di Eropa.
Kemenangan telak Nader Shah Afshar atas tentara raksasa Kekaisaran Mughal Muhammad Shah pada 24 Februari 1739 di Karnal — dalam hitungan jam, pasukan Persia yang lebih kecil tetapi disiplin dan sarat senjata api meruntuhkan induk kekuatan Mughal, membuka jalan bagi penjarahan Delhi dan mempercepat keruntuhan kekaisaran.
Mahakarya taktis Napoleon (2 Desember 1805): dengan mengumpankan sayap kanannya yang tampak lemah, ia memancing pasukan Rusia-Austria turun dari dataran tinggi Pratzen, lalu merebut punggung itu dan membelah dua tentara Koalisi Ketiga.
Kemenangan taktis menentukan tentara Kerajaan Zulu atas pasukan kolom tengah Britania di kaki bukit Isandlwana (22 Januari 1879) — kekalahan terburuk Angkatan Darat Britania era Victoria oleh pasukan pribumi bersenjata lebih ringan, sekaligus bencana pembuka Perang Anglo-Zulu.
Upaya Sekutu merebut Selat Dardanella dan menjatuhkan Utsmaniyah lewat serangan laut lalu pendaratan amfibi di Semenanjung Gallipoli (19 Feb 1915 – 9 Jan 1916) yang gagal total — kemenangan bertahan Utsmaniyah yang melahirkan Mustafa Kemal dan menjatuhkan Churchill.
Kemenangan laut-udara menentukan Angkatan Laut Amerika Serikat atas Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di dekat Atol Midway pada 4–7 Juni 1942, saat empat kapal induk armada Jepang tenggelam dalam sehari dan inisiatif ofensif Jepang di Pasifik patah untuk selamanya.
Titik balik Front Timur Perang Dunia II: lewat perang kota berdarah lalu pengepungan ganda Operasi Uranus, Uni Soviet menghancurkan Tentara ke-6 Jerman pimpinan Friedrich Paulus (23 Agustus 1942 – 2 Februari 1943).
Pendaratan amfibi pasukan PBB pimpinan Jenderal Douglas MacArthur di Inchon (15 September 1950) — pukulan mengejutkan 110 mil di belakang garis musuh yang memutus logistik Tentara Rakyat Korea, merebut kembali Seoul, dan membalik arah Perang Korea.