← Semua tokoh

  • Industrialisasi — peperangan Great Plains abad ke-19
  • Hunkpapa Lakota dan kelompok sekutu yang mempertahankan kehidupan di luar reservasi

Sitting Bull

“Pemimpin perlawanan Hunkpapa Lakota”

Pemimpin Hunkpapa Lakota yang menyatukan perlawanan terhadap perluasan Amerika Serikat, tetapi menghadapi batas koalisi dan pangan setelah Little Bighorn.

Ilustrasi AI konseptual tipi kosong di lereng berumput Great Plains; bukan rekonstruksi kamp pribadi Sitting Bull.
Ilustrasi AI konseptual tipi kosong di lereng berumput Great Plains; bukan rekonstruksi kamp pribadi Sitting Bull · Ilustrasi: AI
Daftar isi

Lembar Data

JulukanPemimpin perlawanan Hunkpapa Lakota
PihakHunkpapa Lakota dan kelompok sekutu yang mempertahankan kehidupan di luar reservasi
EraIndustrialisasi — peperangan Great Plains abad ke-19
HidupSekitar 1831–1837 hingga 15 Desember 1890; tahun lahir diperdebatkan
KawasanGreat Plains utara, terutama Montana, Dakota, dan Saskatchewan sekarang
PeranPemimpin perang, politik, dan spiritual Hunkpapa Lakota
Keandalan sumberSedang

Apa arti label-label ini? →

Ringkasan singkat

Sitting Bull adalah pemimpin Hunkpapa, salah satu kelompok Lakota di Great Plains utara. Namanya melekat pada kemenangan Lakota dan sekutunya dalam Pertempuran Little Bighorn pada 25–26 Juni 1876. Namun, pengaruh politik dan spiritualnya tidak berarti ia mengatur setiap gerakan prajurit: National Park Service membedakan perannya dari para pemimpin yang bertempur langsung. Setelah kemenangan, tekanan militer dan kesulitan pangan berlanjut; ia mencari perlindungan di Kanada, menyerah pada Juli 1881, dan tewas dalam upaya penangkapan pada 15 Desember 1890. (NPS, Sitting Bull; Collins, peta 26–35; Sitting Bull College.)

Kebesarannya terletak pada kemampuan mempertahankan tujuan bersama tanpa negara dan tentara permanen seperti milik lawannya. Batasnya juga tampak di sana: pengikut dapat berpencar, sekutu memiliki kepentingan sendiri, dan keluarga tidak dapat hidup dari kemenangan yang telah lewat. Penilaian ini merupakan analisis atas perjalanan kampanyenya, bukan kutipan atau doktrin tertulis Sitting Bull.

Latar & masa muda

Tahun lahirnya tidak pasti. Sitting Bull College menyebut 1834, MacEwan dalam Dictionary of Canadian Biography memberi sekitar 1836, sedangkan NPS memakai rentang 1831–1837. Karena itu, rentang lebih jujur daripada satu tanggal ulang tahun yang seolah terdokumentasi lengkap. Latar geografisnya adalah kawasan Grand River; rincian masa kecil dalam biografi ringkas perlu dibaca sebagai tradisi biografis, dengan keandalan sedang hingga rendah untuk usia tepat.

Nama Tatanka Iyotake, juga ditulis Tatanka-Iyotanka, diterjemahkan dalam bahasa Inggris menjadi Sitting Bull. Menurut NPS, ia menerima nama ayahnya sesudah menunjukkan keberanian dalam pertempuran ketika muda. Istilah counting coup menunjuk perolehan kehormatan melalui tindakan berani sangat dekat dengan musuh; tidak dapat diterjemahkan begitu saja menjadi jumlah orang yang dibunuh. (NPS, Sitting Bull.)

Pengalaman perang antarkelompok Pribumi juga merupakan bagian dari riwayatnya. Katalog autobiografi bergambar Smithsonian mencatat adegan pertempuran melawan Crow, Assiniboine, dan Arikara, serta penawanan perempuan. Daftar itu menunjukkan jenis peristiwa yang ia pilih untuk dikenang; gambar-gambarnya bukan urutan kronologis dan tidak memberikan dasar untuk menjumlahkan korban atau menetapkan tanggal setiap kejadian. Riwayat ini tidak layak dipoles menjadi kisah seorang pembela yang tidak pernah menggunakan kekerasan terhadap masyarakat lain. (NAA MS1929B, hlm. 1–5.)

Naik ke pucuk komando

Sitting Bull membangun kedudukan melalui perkumpulan prajurit dan kewibawaan spiritual. NPS menyebut Kit Fox serta Strong Heart dalam jalur kepemimpinannya. Bentuk otoritas ini berbeda dari pangkat dalam resimen Amerika: reputasi pribadi dan kesediaan kelompok untuk mengikuti seorang pemimpin sangat menentukan. Menyebutnya pemimpin seluruh “Sioux” tanpa batas akan menyembunyikan kemandirian kelompok-kelompok Lakota dan bangsa tetangga. (NPS, Sitting Bull; McCrady, bab The Great Sioux War.)

Perselisihan politiknya makin jelas di sekitar Perjanjian Fort Laramie 1868. Pasal II menjanjikan penggunaan dan penguasaan reservasi secara eksklusif bagi kelompok yang dicakup perjanjian. Pasal XI masih mengakui hak berburu bersyarat di luar reservasi, sedangkan pasal XVI menyebut wilayah di utara North Platte dan timur puncak Bighorn sebagai wilayah yang belum diserahkan. Perjanjian itu bukan sekadar perintah agar semua orang meninggalkan padang perburuan. (Perjanjian Fort Laramie, pasal II, XI, XVI.)

Sitting Bull tidak ikut menerima penyelesaian tersebut. NPS menjelaskan pandangannya bahwa para penandatangan mewakili kelompok mereka sendiri. Sebutan non-treaty dalam narasi pemerintah mengacu pada kelompok yang tetap di luar pengaturan reservasi; istilah itu tidak otomatis membuktikan bahwa mereka tidak memiliki hak atas tanah. Tekanan pendatang setelah penemuan emas di Black Hills pada 1874 memperuncing konflik. (NPS, Sitting Bull; National Archives, pengantar perjanjian.)

Kampanye-kampanye utama

Little Bighorn: mengumpulkan perlawanan, 1876

Pemerintah menetapkan tenggat akhir Januari 1876 bagi kelompok di luar reservasi untuk kembali. Pada musim berikutnya, kelompok Lakota dan Cheyenne berkumpul. Visi Sitting Bull dalam upacara Sun Dance—tentara jatuh ke perkemahan—menjadi sumber keyakinan bagi pengikutnya. Ini adalah riwayat pengalaman keagamaan, bukan bukti bahwa jalannya pertempuran telah diketahui secara gaib atau bahwa sebuah rencana pengepungan terinci sudah ditetapkan. (NPS, Sitting Bull.)

Ketika Kavaleri ke-7 menyerang, resimennya telah terbagi. Reno maju ke lembah, Benteen menjalankan gerakan terpisah, Custer membawa kelompok lain, dan kereta perbekalan memiliki pengawal sendiri. Para pembela perkemahan memukul mundur Reno dan kemudian menekan satuan Custer. Lakota dan sekutunya menang; Custer dan lima kompinya dihancurkan, sedangkan kelompok Reno–Benteen bertahan. Urutan rinci gerakan terakhir Custer tetap berupa rekonstruksi, bukan catatan lengkap dari markasnya. (Collins, peta 26–31.)

NPS menyatakan Sitting Bull tidak ikut bertempur langsung. Itu alasan untuk membedakan kepemimpinan koalisi dari komando taktis; kemenangan tidak boleh diklaim sebagai manuver pribadi yang ia kendalikan dari awal hingga akhir. Scott juga menekankan penggunaan kesaksian dan bukti arkeologis untuk membaca tindakan prajurit, bukan mengisi kekosongan dengan gambaran satu panglima serbatahu. (NPS, Sitting Bull; Scott, hlm. 78–84.)

Cedar Creek: kemenangan lama tidak menghentikan pengejaran

Pada 20–21 Oktober 1876, Sitting Bull dan Nelson A. Miles berunding di kawasan Cedar Creek. Sitting Bull menuntut orang kulit putih meninggalkan kawasan, sedangkan Miles menuntut penyerahan dan kepindahan ke agensi reservasi. Perundingan gagal. Ketika perkemahan bergerak, pertempuran pecah; prajurit Lakota berusaha menahan gerak infanteri agar rombongan dapat mundur. Kehilangan perlengkapan dan perbekalan memperburuk kedudukan mereka. (Collins, peta 33.)

Pihak di Cedar CreekKekuatan yang disebut sumberKeandalan dan cakupan
Pasukan MilesSekitar 500 infanteriSedang; besaran dalam sintesis Collins, bukan sensus seluruh operasi Amerika
Prajurit yang melindungi perkemahan LakotaSekitar 400–600Sedang–rendah; taksiran kombatan, tidak termasuk semua penghuni perkemahan

Tabel mengikuti Collins, peta 33. Jumlah penghuni kamp tidak disamakan dengan kekuatan tempur. Angka korban tidak diberikan karena bagian sumber tersebut tidak menyediakan hitungan yang memadai untuk perbandingan.

Ilustrasi AI konseptual lembah sungai Great Plains dengan pepohonan dan tipi kecil; bukan peta lokasi pertempuran.
Ilustrasi AI konseptual lembah sungai Great Plains dengan pepohonan dan tipi kecil; bukan peta lokasi pertempuran · Ilustrasi: AI

Secara operasional, tindakan Lakota merupakan aksi penundaan (delaying action): mempertahankan ruang dan waktu untuk menyelamatkan rombongan, bukan mempertahankan setiap titik tanah. Infanteri Miles berhasil memaksa mundur dan merusak koalisi; Sitting Bull lolos dengan kelompok yang lebih kecil. Di sini kemenangan Amerika di medan memiliki akibat logistik yang segera terasa. (Collins, peta 33–34.)

Kanada, 1877–1881: perlindungan yang bersyarat

Sitting Bull menyusul kelompok pengungsi ke Kanada pada 1877. Kronologi berbasis arsip McCrady menempatkan pertemuannya dengan polisi Kanada pada Mei. Penanggalan ini lebih kuat daripada penyebutan musim gugur dalam biografi ringkas NPS. McCrady menunjukkan bahwa hubungan dengan pedagang dan perantara Métis—masyarakat dengan jaringan keluarga serta perdagangan lintas perbatasan—penting bagi kelangsungan kelompok Lakota, melampaui kisah persahabatan pribadi dengan polisi James Walsh. (McCrady, hlm. 148–159; NPS, Sitting Bull.)

Batas negara memberi ruang perlindungan, tetapi tidak menghasilkan tanah cadangan dan pangan yang terjamin. Ketika bison berkurang, perjalanan berburu makin sulit. Perundingan Sitting Bull dengan Walsh pada Maret 1879 menghubungkan perpindahan kamp ke selatan dengan kebutuhan makan anak-anak serta kondisi kuda. (McCrady, hlm. 190–191.) Diplomasi dengan bangsa tetangga juga rapuh: persaingan berburu dan pencurian kuda mengganggu perdamaian. (McCrady, hlm. 174–192.)

Ia akhirnya menyerah di Fort Buford pada Juli 1881. NPS memberi tanggal 20 Juli, sedangkan MacEwan dan Collins menyebut 19 Juli; bulan dan tempatnya konsisten, tanggal harinya berbeda. Setelah penahanan di Fort Randall, ia kembali ke Standing Rock pada 1883. (NPS, Sitting Bull; MacEwan; Collins, peta 35; Sitting Bull College.)

Linimasa

  1. 1831–1837

    Rentang kelahiran dalam biografi NPS; tahun tepat diperdebatkan

  2. 1868

    Tidak menerima penyelesaian Fort Laramie

  3. 1874

    Emas di Black Hills memperbesar tekanan pendatang

  4. Juni 1876

    Kemenangan Lakota dan sekutu di Little Bighorn

  5. Oktober 1876

    Perundingan dan kemunduran di Cedar Creek

  6. 1877

    Mencari perlindungan di Kanada

  7. Juli 1881

    Menyerah di Fort Buford

  8. 1883

    Kembali ke Standing Rock setelah penahanan

  9. 1885

    Bergabung dengan pertunjukan Buffalo Bill

  10. 15 Desember 1890

    Tewas dalam upaya penangkapan

Dasar kronologi: sumber yang disebut pada bagian terkait; untuk tahun lahir, perpindahan ke Kanada, dan hari penyerahan, perbedaan dipertahankan dalam narasi.

Ciri khas doktrin & gaya bertempur

Tidak ada risalah strategi Sitting Bull yang menjadi dasar tulisan ini. Ciri berikut adalah pembacaan atas tindakan yang terdokumentasi: membangun kesediaan bersekutu, mempertahankan kebebasan bergerak, menggunakan perundingan, dan menjaga akses kepada sumber penghidupan. Sebutan mobilitas strategis berarti perpindahan yang mengubah pilihan hidup atau berperang, bukan sekadar kecepatan kuda.

Persenjataan & kendaraan perang

Arkeologi Little Bighorn menunjukkan persenjataan Pribumi yang beragam, termasuk busur serta senjata api dari berbagai sistem. Scott membahas karabin Springfield milik tentara dan senapan berulang seperti Henry serta Winchester dalam bukti medan. Senapan berulang dapat menyediakan tembakan cepat sebelum pengisian ulang magazen, tetapi jumlah tembakan tetap bergantung pada amunisi dan keadaan senjata. Tidak ada dasar untuk menggambarkan semua prajurit Lakota bersenjata seragam atau menganggap seluruh senjata tentara macet. (Scott, hlm. 96–104.)

Kuda mendukung pergerakan prajurit dan keluarga; kereta serta hewan angkut memasok pasukan Amerika. Tekanan atas perkemahan, makanan, dan kuda mempersempit kemampuan melanjutkan perang meskipun banyak orang masih mampu bertempur. Hubungan antara kemampuan bergerak dan persediaan inilah yang terlihat setelah Cedar Creek. (Collins, peta 33–35.)

Diagram manuver

Diagram merangkum urutan perubahan pilihan, bukan peta rute atau rantai perintah pribadi Sitting Bull. Dasar: Collins, peta 26–35; McCrady, bab Kanada.

Sudut pandang para pihak

Sitting Bull dan para pengikutnya mempertahankan tanah serta kebebasan hidup di padang perburuan. Kelompok yang menerima kehidupan reservasi mengambil pilihan berbeda di bawah tekanan yang sama; mereka tidak otomatis pengecut atau pengkhianat. Pemerintah Amerika menjadikan penyerahan dan pengawasan reservasi sebagai tujuan operasi, meskipun perjanjian sebelumnya mengakui ruang berburu. Kanada dan bangsa-bangsa tetangga juga memiliki kepentingan sendiri atas keamanan, perdagangan, dan sumber pangan. (Perjanjian Fort Laramie; Collins, peta 33; NPS, Sitting Bull; McCrady, hlm. 174–192.)

Sudut pandang militer netral

Little Bighorn memperlihatkan keberhasilan pembela perkemahan menghadapi pasukan yang terpisah dan sulit saling membantu. Cedar Creek menunjukkan bahwa hasil itu tidak otomatis berulang ketika lawan mempertahankan tekanan dan merusak persediaan. Kanada memberi kedalaman ruang, tetapi kelangkaan pangan membuat ruang tersebut makin kurang berguna. Ini merupakan kesimpulan analitis: kemenangan taktis, kelangsungan operasi, dan keberhasilan politik adalah tiga ukuran yang berbeda. (Collins, peta 26–35; McCrady, hlm. 190–192.)

Kelemahan & kontroversi

Otoritasnya memiliki batas. Kesediaan mengikuti seorang tokoh tidak sama dengan disiplin tentara permanen. Keberangkatan pengikut dan konflik dengan tetangga mempersempit pilihan koalisi. Menjelaskan perpecahan itu semata-mata sebagai kurangnya loyalitas mengabaikan kebutuhan pangan dan keselamatan keluarga. (NPS, Sitting Bull; McCrady, bab Kanada.)

Riwayat perang antarmasyarakat Pribumi tidak boleh dihapus. Autobiografi bergambarnya memasukkan penawanan, termasuk perempuan. Sumber itu tidak cukup untuk merekonstruksi pengalaman korban, tetapi cukup untuk mengingatkan bahwa keberanian yang dirayakan seorang prajurit dapat berarti penderitaan bagi masyarakat lain. (NAA MS1929B.)

Visi spiritual dan Ghost Dance harus dibedakan dari klaim militer. Pada 1890, pejabat Standing Rock mencurigai hubungannya dengan gerakan Ghost Dance. Ringkasan biografi berbeda dalam menggambarkan derajat keterlibatannya; tuduhan pejabat tidak membuktikan adanya rencana perang yang ia komandoi. Ia tewas dalam bentrokan ketika polisi reservasi datang menangkapnya pada 15 Desember. (NPS, Sitting Bull; Sitting Bull College; MacEwan.)

Warisan

Ilustrasi simbol warisan Sitting Bull.
Ilustrasi simbol warisan Sitting Bull · Ilustrasi: AI

Sitting Bull menjadi terkenal bahkan di tengah masyarakat yang mendukung penaklukan tanahnya; pada 1885 ia ikut pertunjukan Buffalo Bill. Ketenaran itu tidak mengembalikan kebebasan politiknya. Kemenangan Little Bighorn menyelamatkan perkemahan saat itu, tetapi perang berikutnya mengurangi ruang hidup kelompok pemenang. Amerika kehilangan Custer dan pasukannya, kemudian terus menggunakan sumber daya negara untuk memaksa penyerahan. (NPS, Sitting Bull; Collins, peta 31–35.)

Warisan lain berada pada cara ia merekam dirinya. Smithsonian menyimpan katalog 22 gambar yang dibuatnya ketika ditahan di Fort Randall pada 1882—jumlah dan tanggal dengan keandalan tinggi sebagai informasi arsip. Karya itu memberi jalan menuju ingatan seorang peserta, walaupun penjelasannya juga melewati pencatatan perantara. Nama Sitting Bull College di Standing Rock menunjukkan bahwa ingatannya bertahan dalam lembaga pendidikan komunitas, bukan hanya kisah kekalahan Custer. (NAA MS1929B, hlm. 1; Sitting Bull College.)

Pelajaran

Keberanian mempertahankan tujuan harus disertai kesediaan mengubah jalan ketika keselamatan orang yang bergantung padamu terancam.

Bagi pemimpin, ukur keberhasilan dari kemampuan kelompok melanjutkan hidup setelah keputusan besar. Kemenangan yang tidak memperbaiki pangan, perlindungan, dan pilihan politik dapat meninggalkan persoalan terpenting tetap utuh.

Dalam kerja bersama, bedakan persetujuan atas tujuan dari persetujuan atas setiap tindakan. Periksa kebutuhan anggota yang hendak pergi sebelum menganggap mereka tidak setia; kewibawaan tidak menggantikan kemampuan menyediakan dukungan nyata.

Dalam menghadapi kemunduran, pertahankan tujuan yang berharga sambil meninjau sarana. Menerima perubahan jalan dapat menjadi bentuk tanggung jawab, khususnya ketika orang lain menanggung biaya dari keteguhanmu.

Dengarkan pelajaran dari entri ini · Narasi & video: AI

Sumber & bacaan lanjutan

  1. Charles D. Collins Jr., Atlas of the Sioux Wars, edisi kedua, Combat Studies Institute Press, 2006, peta dan esai 26–35. Kajian sejarah militer institusional; akses terbuka. Berguna untuk operasi; bagian akhir Custer secara eksplisit mengandung rekonstruksi.
  2. Douglas D. Scott, Uncovering History: The Legacy of Archeological Investigations at the Little Bighorn Battlefield National Monument, Montana, Technical Report 124, 2010, hlm. 7–8, 78–84, 96–104. Laporan ilmiah arkeologi; akses terbuka. Bukti persenjataan dan medan tidak dengan sendirinya mengungkap semua perintah atau niat pelaku.
  3. David G. McCrady, Living With Strangers: The Nineteenth-Century Sioux and the Canadian-American Borderlands, disertasi PhD, University of Manitoba, 1998, terutama hlm. 148–161 dan 174–192. Kajian akademik berbasis arsip; akses terbuka. Memperluas sudut pandang dari hubungan dengan polisi menuju jaringan Métis dan konflik antarmasyarakat.
  4. Perjanjian Fort Laramie, 1868, transkripsi dan pengantar National Archives, pasal II, XI, XVI. Dokumen primer; akses terbuka. Teks kewajiban hukum harus dibedakan dari pelaksanaannya.
  5. National Anthropological Archives, Guide to MS 1929-b Sitting Bull pictographic autobiography and related material, 1882–1923, hlm. 1–5. Panduan arsip; akses terbuka. Dipakai untuk asal-usul, jumlah, serta deskripsi subjek karya, bukan sebagai pengganti penafsiran seluruh gambar asli.
  6. Sitting Bull College, Who Was Sitting Bull?. Biografi dan ingatan kelembagaan komunitas Standing Rock; akses terbuka. Tahun lahir disandingkan dengan versi lain.
  7. National Park Service, Sitting Bull. Sintesis biografi institusional; akses terbuka. Membantu membedakan peran politik-spiritual dari partisipasi tempur; kronologi Kanada dibandingkan dengan McCrady.
  8. J. W. Grant MacEwan, Ta-Tanka I-Yotank, Dictionary of Canadian Biography, jilid XI, 1982. Biografi akademik ringkas; akses terbuka. Dipakai sebagai pembanding penanggalan; bahasa serta penilaian motif dalam tulisan lama perlu kritik.

Tema

Terkait (belum ada entri): little-bighorn-1876