- Doktrin & Konsep
- Prinsip
Inisiatif
Juga dikenal: initiative (Inggris)
Kemampuan membuat lawan menanggapi pilihan kita, sambil menjaga kebebasan bertindak sendiri — termasuk lewat pertahanan dan serangan balasan.
Lembar Data
| Kategori | Prinsip |
|---|---|
| Istilah asing | initiative (Inggris) |
| Domain | Darat, Laut, Udara |
| Era penggunaan | Lintas zaman — dibahas dalam pemikiran klasik hingga komando modern |
| Counter | Pertahanan aktif dengan cadangan; Menolak umpan dan menjaga tujuan; Mengganggu koordinasi serta pasokan; Memanfaatkan serangan yang kehilangan tenaga |
| Terlihat di | 38 lembar pertempuran |
Daftar isi
Apa itu
Inisiatif adalah kemampuan menentukan persoalan yang harus dijawab lawan, sementara kita masih punya pilihan untuk langkah berikutnya. Pasukan yang memilikinya dapat memaksa musuh menggeser kekuatan, meninggalkan rencana, atau bertarung pada waktu yang tidak menguntungkan. Ukurannya bukan banyaknya serangan, melainkan siapa yang lebih bebas memilih tindakan yang berarti.
Dalam pengertian ini, bergerak lebih dahulu belum tentu menghasilkan inisiatif. Pasukan yang mengejar umpan boleh jadi sangat aktif, tetapi justru menjalankan rencana lawan. Sebaliknya, bertahan dapat menjadi cara menyiapkan peralihan inisiatif: menahan pukulan, membaca arah serangan, lalu membalas ketika penyerang kehilangan keseimbangan.
Sun Tzu membahas logika memaksa respons lawan dalam The Art of War, bab VI: ancaman dan peluang dapat membuat musuh datang, bergerak, atau membagi kekuatan. Jomini, dalam artikel XVI karyanya yang juga berjudul The Art of War, memakai istilah inisiatif untuk tindakan ofensif pada suatu operasi dan menjelaskan keuntungan pihak yang memilih titik serangan. Clausewitz melengkapi persoalan itu dari arah pertahanan dan batas kekuatan serangan. Ketiganya membantu membaca prinsip ini, tetapi tidak menawarkan satu definisi yang persis sama.
Cara kerjanya
Pilih sesuatu yang tak bisa diabaikan lawan. Dalam bab VI Sun Tzu, mengancam sesuatu yang perlu dipertahankan membuat musuh harus merespons. Ancaman baru berguna bila cukup dapat dipercaya: lawan mesti mempunyai alasan untuk mengubah tindakannya. Gerakan yang ramai tetapi tidak mengancam tujuan penting bisa saja dibiarkan lewat.
Ubah respons itu menjadi kesempatan. Jomini menekankan bahwa penyerang mengetahui titik yang hendak dituju, sedangkan pihak yang menunggu belum tentu tahu tempat pukulan akan jatuh. Pemusatan kekuatan dapat dilakukan sebelum pertahanan lawan sempat menyesuaikan diri. Di sini inisiatif bertemu dengan konsentrasi kekuatan: kebebasan memilih harus diterjemahkan menjadi keunggulan yang bisa dipakai.
Sisakan kemampuan untuk melanjutkan atau mengubah tindakan. Kemenangan setempat tidak otomatis memberi kebebasan bertindak sesudahnya. Pasukan bisa kelelahan, cadangan habis, dan logistik tertinggal. Analisis Clausewitz tentang titik kulminasi serangan mengingatkan bahwa kemajuan dapat mengikis keunggulan yang memungkinkan kemajuan itu sendiri. Mempertahankan inisiatif kadang memerlukan konsolidasi sebelum melangkah lagi.
Untuk membaca sebuah pertempuran, bedakan tiga pertanyaan berikut:
| Pertanyaan | Yang sedang diuji |
|---|---|
| Siapa memulai gerakan? | Urutan tindakan; belum membuktikan siapa mengendalikan keadaan. |
| Siapa membuat lawan mengubah rencana? | Pengaruh tindakan terhadap pilihan lawan. |
| Siapa masih mampu mengambil langkah berikutnya? | Daya tahan inisiatif setelah kontak dan kerugian. |
Tabel ini merupakan alat baca editorial dari perbandingan sumber, bukan rumus pengukuran baku. Satu pihak dapat unggul pada pertanyaan pertama tetapi kalah pada dua pertanyaan berikutnya.
Kenapa sulit — lawan juga memilih
Informasi selalu tidak lengkap. Clausewitz membahas informasi yang bertentangan dan gesekan: hambatan kecil dalam pelaksanaan yang membuat rencana sederhana menjadi sulit. Kesempatan yang tampak terbuka dapat merupakan salah baca. Kecepatan tanpa penilaian hanya mempercepat masuknya pasukan ke masalah.
Pertahanan dapat merebut kembali kebebasan bertindak. Bahkan Jomini, yang menekankan keuntungan mengambil inisiatif, mengakui bahwa dalam pertempuran langsung pihak bertahan dapat membaca serangan dan menggagalkannya dengan cadangan. Clausewitz juga tidak menyamakan pertahanan dengan menerima pukulan selamanya: di dalamnya tersedia tindakan ofensif. Menunggu berguna bila menghasilkan kondisi yang lebih baik untuk bertindak.
Keberhasilan mempunyai biaya. Dalam Buku VII, bab V On War, keunggulan penyerang dapat menyusut hingga kekuatan yang tersisa hanya cukup untuk bertahan. Melampaui batas itu membuka peluang pembalasan. Inisiatif tidak membebaskan panglima dari kebutuhan menghitung tenaga yang masih tersedia.
Kebebasan bawahan berbeda dari inisiatif terhadap musuh. Seorang komandan lokal dapat mengambil keputusan sendiri tanpa membuat seluruh tentara mampu mengarahkan pertempuran. Sebagai bacaan modern, kajian Eitan Shamir membandingkan penerapan mission command — komando yang memberi otonomi keputusan kepada pemimpin di lapangan — di Amerika Serikat, Britania, dan Israel. Ringkasan penerbitnya menekankan hasil yang beragam dan perbedaan budaya militer. Karena itu, memberi otonomi tidak layak diperlakukan sebagai jaminan keberhasilan.
Terlihat di pertempuran ini
- Austerlitz 1805 — inisiatif berpindah ketika manuver penyerang membuka kelemahannya sendiri. Dalam uraian Jomini, artikel XXXII, sayap kiri Rusia-Austria bergerak memutari kanan Napoleon untuk memotong hubungannya dengan Wina. Gerakan itu membuka celah; Napoleon memukul pusat dan kemudian mengurung sayap kiri tersebut. Dari sisi Koalisi, manuvernya hendak membatasi pilihan Prancis. Dari sisi Prancis, gerakan lawan justru menyediakan sasaran. Pelajarannya: niat mengambil inisiatif harus dibedakan dari kemampuan mempertahankan hubungan antarbagian pasukan.
- Waterloo 1815 — keberhasilan memulai kampanye tidak menjamin kendali pada akhirnya. Jomini, artikel XXI dan XXII, membandingkan usaha Napoleon memisahkan tentara Wellington dan Blücher dengan keberhasilan kedua sekutu itu bergabung; artikel XXX juga membahas keuntungan posisi pertahanan Wellington. Bagi Napoleon, pemisahan lawan membuka peluang mengalahkan mereka bergantian. Bagi sekutu, mempertahankan kemampuan saling membantu mengubah persoalan yang dihadapi Prancis. Dibaca melalui prinsip inisiatif, pertahanan dan kedatangan bantuan bersama-sama menutup kebebasan bertindak penyerang.
Cara mengalahkannya
Menetralkan inisiatif berarti memulihkan pilihan sendiri. Berikut sintesis penangkal dari pembahasan pertahanan Jomini dan Clausewitz serta kewaspadaan terhadap umpan pada Sun Tzu:
- Tolak respons yang diinginkan lawan. Periksa apakah sasaran yang diancam benar-benar penting. Mengejar setiap gerakan dapat membuat tujuan sendiri terbengkalai; mengenali mundur pura-pura merupakan salah satu penerapannya.
- Pertahankan cadangan yang bisa dipakai. Cadangan memberi jalan untuk menanggapi titik serangan setelah arahnya jelas. Bila seluruh kekuatan sudah terikat, informasi yang benar sekalipun sulit diubah menjadi tindakan.
- Ganggu kemampuan meneruskan operasi. Koordinasi yang terputus dan pasokan yang tertinggal dapat mengurangi pilihan penyerang. Dampaknya perlu dinilai dari tindakan yang sungguh terhambat, bukan sekadar gangguan terjadi.
- Balas ketika keadaan berubah. Pertahanan aktif mencari kesempatan setelah serangan lawan melemah atau membuka celah. Menunggu tanpa kondisi pemicu hanya menyerahkan waktu; membalas terlalu dini dapat membuang keuntungan bertahan.
Pelajaran untuk medan kehidupan
Dalam pekerjaan, inisiatif bisa berarti menyusun pilihan sebelum masalah memaksa semua orang bereaksi. Saat proyek terlambat, misalnya, jangan hanya mempercepat seluruh pekerjaan: tentukan hasil minimum yang berguna, jelaskan bagian yang ditunda, dan siapkan keputusan yang diperlukan tim. Yang dicari adalah bertambahnya pilihan nyata.
Sebelum mengambil langkah besar, tulis tiga hal: hasil yang ingin dicapai, respons yang mungkin muncul, dan batas biaya yang sanggup ditanggung. Sisakan waktu serta tenaga untuk koreksi. Berhenti sejenak untuk memperbaiki persiapan dapat lebih berinisiatif daripada meneruskan rencana yang sudah kehilangan alasan.
Ini analogi keputusan, bukan anjuran memperlakukan rekan sebagai musuh. Dalam kehidupan bersama, keterbukaan dan kerja sama sering justru memperluas pilihan semua pihak; tipu daya yang merusak kepercayaan dapat menghabiskan kebebasan bertindak jangka panjang.
Sumber & bacaan lanjutan
- Sun Tzu, The Art of War, terjemahan dan catatan Lionel Giles (1910), bab VI “Weak Points and Strong” dan VII “Manœuvring” — teks lengkap, Project Gutenberg. Primer (klasik pemikiran militer); akses terbuka. Dasar pembahasan memancing respons dan menghindari umpan; teks utama dibedakan dari komentar penerjemah.
- Antoine-Henri Jomini, The Art of War, terjemahan G. H. Mendell dan W. P. Craighill (1862), artikel XVI, XXI–XXII, XXX, dan XXXII — teks lengkap, Project Gutenberg. Primer (klasik teori dan analisis militer); akses terbuka. Keuntungan serta batas mengambil inisiatif, berikut pembacaan Austerlitz dan Waterloo. Tahun merujuk edisi terjemahan yang digunakan.
- Carl von Clausewitz, On War, terjemahan J. J. Graham (1874; cetak ulang London 1909, dengan pengantar dan catatan F. N. Maude), Buku I bab VI–VII, Buku VI bab I, serta Buku VII bab IV–V — teks lengkap, Project Gutenberg. Primer (klasik pemikiran militer); akses terbuka. Ketidakpastian, gesekan, pertahanan, dan titik kulminasi; catatan editor bukan pernyataan Clausewitz sendiri.
- Eitan Shamir, Transforming Command: The Pursuit of Mission Command in the U.S., British, and Israeli Armies (Stanford University Press, 2011) — ringkasan penerbit dan data bibliografi, Google Books. Akademik; ringkasan akses terbuka, buku berbayar. Bacaan lanjutan tentang otonomi keputusan dan perbedaan budaya komando; uraian di atas merujuk ringkasan penerbit.
Jelajahi lembar-lembarnya
- Peradaban Kuno
- 1457 SM
Pertempuran Megiddo
Kemenangan Firaun Thutmose III atas koalisi Kanaan pimpinan Raja Kadesh di kota Megiddo (± 1457 SM) — pertempuran dengan catatan terperinci tertua yang bertahan dan asal-usul nama "Armageddon".
- Klasik
- 480 SM
Pertempuran Salamis
Kemenangan laut menentukan koalisi Yunani atas armada Kekaisaran Persia Xerxes I di selat sempit Salamis pada akhir September 480 SM, yang membalik arus invasi Persia ke Yunani dan menyelamatkan dunia kota-negara Hellenik.
- Klasik
- 331 SM
Pertempuran Gaugamela
Kemenangan menentukan Aleksander Agung atas Darius III pada 331 SM yang meruntuhkan Kekaisaran Persia Akhemeniyah lewat manuver oblik dan serangan baji langsung ke jantung komando Darius.
- Klasik
- 326 SM
Pertempuran Sungai Hydaspes
Kemenangan taktis Aleksander Agung atas Raja Poros di tepi Sungai Hydaspes (Jhelum) pada 326 SM — penyeberangan sungai malam hari dan taktik anti-gajah yang gemilang, sekaligus pertempuran besar terakhir sang penakluk sebelum pasukannya menolak maju lebih jauh ke timur.
- Klasik
- 216 SM
Pertempuran Cannae
Mahakarya pengepungan ganda Hannibal yang menghancurkan tentara Romawi jauh lebih besar di dataran Apulia pada Perang Punik Kedua.
- Klasik
- 202 SM
Pertempuran Zama
Pertempuran penutup Perang Punik Kedua yang membalik taktik pengepungan Hannibal sendiri: Scipio menetralkan 80 gajah lewat lorong manipel, merebut keunggulan kavaleri, lalu mengepung Kartago dari belakang.
- Abad Pertengahan Awal
- 624 M / 2 H
Pertempuran Badr
Kemenangan menentukan kaum Muslim Madinah yang kalah jumlah atas pasukan Quraisy Makkah pada 17 Ramadan 2 H (624 M) — pertempuran besar pertama Islam.
- Abad Pertengahan Tinggi
- 1066 M
Pertempuran Hastings
Kemenangan menentukan Adipati William dari Normandia atas Raja Harold Godwinson pada 14 Oktober 1066 yang mengawali penaklukan Normandia atas Inggris Anglo-Saxon.
- Abad Pertengahan Tinggi
- 1071 M / 463 H
Pertempuran Manzikert
Kemenangan menentukan Kesultanan Seljuk Raya pimpinan Alp Arslan atas Kekaisaran Bizantium dan Kaisar Romanos IV Diogenes di dekat Manzikert (26 Agustus 1071 M / sekitar 463 H) — membuka Anatolia bagi pemukiman Turki dan ikut memicu Perang Salib Pertama.
- Abad Pertengahan Tinggi
- 1187 M / 583 H
Pertempuran Hattin
Kemenangan menghancurkan Salahuddin al-Ayyubi atas tentara lapangan Kerajaan Yerusalem di Tanduk Hattin, Galilea (4 Juli 1187 M / 583 H) — memusnahkan kekuatan Salib di Tanah Suci dan membuka jalan pembebasan Yerusalem.
- Abad Pertengahan Tinggi
- 1212 M / 609 H
Pertempuran Las Navas de Tolosa
Kemenangan menentukan koalisi Kristen Iberia (Kastilia, Aragón, Navarra) di bawah Alfonso VIII atas Kekhalifahan Almohad pimpinan Khalifah Muhammad al-Nasir di Sierra Morena, 16 Juli 1212 M (15 Safar 609 H) — mematahkan kuasa Almohad di Spanyol dan mempercepat Reconquista.
- Abad Pertengahan Tinggi
- 1260 M / 658 H
Pertempuran Ain Jalut
Kemenangan menentukan Kesultanan Mamluk Mesir atas pasukan Mongol Ilkhanat di Ain Jalut, Palestina (3 September 1260 M / 25 Ramadan 658 H) — kekalahan besar pertama Mongol di medan terbuka yang menghentikan ekspansi mereka ke barat.
- Abad Pertengahan Tinggi
- 1410 M
Pertempuran Grunwald
Kemenangan menentukan Uni Polandia–Lituania di bawah Raja Władysław II Jagiełło dan Adipati Agung Vytautas atas Ordo Teutonik pimpinan Hochmeister Ulrich von Jungingen pada 15 Juli 1410 — salah satu pertempuran terbesar Eropa abad pertengahan yang mematahkan kekuatan militer Ordo di Baltik dan mengangkat Polandia–Lituania menjadi kekuatan besar.
- Abad Pertengahan Tinggi
- 1415 M
Pertempuran Agincourt
Kemenangan menentukan Raja Henry V dari Inggris atas tentara Prancis yang jauh lebih besar pada 25 Oktober 1415, ketika pemanah busur panjang menghancurkan kesatriaan Prancis di medan sempit berlumpur dekat Azincourt.
- Mesiu Awal
- 1453 M / 857 H
Jatuhnya Konstantinopel
Pengepungan 53 hari pada 1453 saat Kesultanan Utsmaniyah di bawah Mehmed II merebut Konstantinopel dan mengakhiri Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium).
- Mesiu Awal
- 1509 M
Pertempuran Diu
Kemenangan laut menentukan armada Kerajaan Portugal pimpinan Francisco de Almeida atas koalisi Muslim (Mamluk Mesir, Gujarat, dan Calicut, dengan dukungan Venesia dan Utsmaniyah) di lepas pantai Diu pada 3 Februari 1509 — pertempuran yang menegakkan dominasi laut Portugal atas jalur dagang rempah Samudra Hindia selama hampir seabad.
- Mesiu Awal
- 1514 M / 920 H
Pertempuran Chaldiran
Kemenangan menentukan Sultan Selim I atas Shah Ismail I pada 23 Agustus 1514 M (2 Rajab 920 H) di dataran Chaldiran, saat meriam medan dan senapan janissari di balik benteng gerobak Utsmaniyah meremukkan kavaleri Qizilbash Safawi dan memaku batas Sunni–Syiah antara Anatolia dan Iran.
- Mesiu Awal
- 1526 M / 932 H
Pertempuran Panipat Pertama
Kemenangan menentukan Babur atas Sultan Ibrahim Lodi pada 21 April 1526 yang mengakhiri Kesultanan Delhi dan mendirikan Kekaisaran Mughal, lewat benteng gerobak (araba), artileri mesiu terkoordinasi, dan manuver mengepung tulughma.
- Mesiu Awal
- 1571 M / 979 H
Pertempuran Lepanto
Kemenangan laut menentukan armada Liga Suci Kristen atas armada Kekaisaran Utsmaniyah di Teluk Patras pada 7 Oktober 1571 — pertempuran galai terbesar dan terakhir di dunia Barat, yang mematahkan mitos keterkalahan laut Utsmaniyah meski tak mengubah peta kekuasaan Mediterania.
- Mesiu Awal
- 1591 M / 999 H
Pertempuran Tondibi
Kemenangan menentukan pasukan kecil Saadi Maroko pimpinan Judar Pasha yang sarat senjata api atas tentara raksasa Kekaisaran Songhai Askia Ishaq II pada 13 Maret 1591 di dekat Gao — dalam sekitar dua jam, arquebus dan meriam meruntuhkan salah satu kekaisaran terbesar Afrika Barat dan mengakhiri kejayaan trans-Sahara Songhai.
- Mesiu Awal
- 1597 M
Pertempuran Myeongnyang
Kemenangan laut menentukan Laksamana Yi Sun-sin dengan hanya ~13 kapal panokseon atas armada Jepang yang berjumlah ratusan kapal di selat berarus deras Myeongnyang (Uldolmok) dekat Pulau Jindo pada 26 Oktober 1597, yang menyelamatkan Joseon dari kekalahan total dalam invasi kedua Perang Imjin.
- Mesiu Awal
- 1600 M
Pertempuran Sekigahara
Kemenangan menentukan Tokugawa Ieyasu atas koalisi setia Toyotomi pimpinan Ishida Mitsunari pada 21 Oktober 1600, dipicu pembelotan Kobayakawa Hideaki di tengah pertempuran, yang membuka jalan bagi Keshogunan Tokugawa selama sekitar dua setengah abad.
- Mesiu Awal
- 1631 M
Pertempuran Breitenfeld Pertama
Kemenangan menentukan tentara Swedia–Saxon pimpinan Gustav II Adolf atas pasukan Kekaisaran–Liga Katolik Tilly di utara Leipzig pada 17 September 1631 — kemenangan besar pertama pihak Protestan dalam Perang Tiga Puluh Tahun dan panggung runtuhnya dominasi formasi tercio.
- Mesiu Awal
- 1683 M / 1094 H
Pengepungan Wina
Pengepungan 60 hari pada 1683 saat Kesultanan Utsmaniyah di bawah Wazir Agung Kara Mustafa mengepung Wina, dipatahkan serbuan kavaleri Liga Suci pimpinan Raja Jan III Sobieski di Kahlenberg — titik balik surutnya Utsmaniyah di Eropa.
- Mesiu Awal
- 1709 M
Pertempuran Poltava
Kemenangan menentukan Tsar Pyotr I atas Raja Karl XII (8 Juli 1709) yang menghancurkan tentara lapangan Swedia di stepa Ukraina, mengakhiri status Swedia sebagai kekuatan besar dan menandai bangkitnya Kekaisaran Rusia.
- Mesiu Awal
- 1739 M / 1151 H
Pertempuran Karnal
Kemenangan telak Nader Shah Afshar atas tentara raksasa Kekaisaran Mughal Muhammad Shah pada 24 Februari 1739 di Karnal — dalam hitungan jam, pasukan Persia yang lebih kecil tetapi disiplin dan sarat senjata api meruntuhkan induk kekuatan Mughal, membuka jalan bagi penjarahan Delhi dan mempercepat keruntuhan kekaisaran.
- Revolusi & Napoleon
- 1777 M
Pertempuran Saratoga
Kampanye yang berpuncak pada menyerahnya seluruh tentara Inggris pimpinan Jenderal John Burgoyne (17 Oktober 1777) di Saratoga, New York — kemenangan Amerika yang menyeret Prancis masuk perang dan menjadi titik balik Revolusi Amerika.
- Revolusi & Napoleon
- 1805 M
Pertempuran Austerlitz
Mahakarya taktis Napoleon (2 Desember 1805): dengan mengumpankan sayap kanannya yang tampak lemah, ia memancing pasukan Rusia-Austria turun dari dataran tinggi Pratzen, lalu merebut punggung itu dan membelah dua tentara Koalisi Ketiga.
- Revolusi & Napoleon
- 1815 M
Pertempuran Waterloo
Pertempuran menentukan pada 18 Juni 1815 di dekat Waterloo (Belgia) tempat tentara Sekutu pimpinan Adipati Wellington bertahan sepanjang hari lalu, dengan datangnya tentara Prusia Blücher di sayap, menghancurkan Armée du Nord Napoleon — mengakhiri kekuasaan sang kaisar dan era Napoleon untuk selamanya.
- Industrialisasi
- 1863 M
Pertempuran Gettysburg
Pertempuran tiga hari terbesar dan paling berdarah dalam Perang Saudara Amerika (1-3 Juli 1863) di Pennsylvania — Tentara Potomac pimpinan Meade menghancurkan invasi kedua Robert E. Lee ke Utara dan membalikkan arah perang.
- Industrialisasi
- 1873 M / 1290 H
Perang Aceh
Perang kolonial terpanjang dan termahal Belanda (1873–1904, perlawanan berlanjut hingga sekitar 1914 dan sporadis sampai 1942) melawan Kesultanan Aceh Darussalam di ujung utara Sumatra — dari serbuan gagal yang menewaskan Jenderal Köhler di Masjid Raya Baiturrahman hingga penaklukan lewat korps Marsose dan siasat Snouck Hurgronje yang memecah uleëbalang dari ulama.
- Industrialisasi
- 1905 M
Pertempuran Selat Tsushima
Kemenangan laut menentukan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang atas Armada Baltik Rusia (Skuadron Pasifik ke-2 & ke-3) di Selat Tsushima pada 27–28 Mei 1905 — pertama kalinya kekuatan Asia modern menghancurkan armada besar Eropa, dan pukulan penentu Perang Rusia–Jepang.
- Perang Dunia
- 1914 M
Pertempuran Marne Pertama
Serangan balik Sekutu (Prancis–Britania) di lembah Marne, 6–12 September 1914, yang menghentikan gempuran Jerman 30 km dari Paris, menggagalkan Rencana Schlieffen, dan mengawali empat tahun kebuntuan perang parit di Front Barat — dikenang sebagai "Keajaiban Marne".
- Perang Dunia
- 1942 M
Pertempuran Midway
Kemenangan laut-udara menentukan Angkatan Laut Amerika Serikat atas Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di dekat Atol Midway pada 4–7 Juni 1942, saat empat kapal induk armada Jepang tenggelam dalam sehari dan inisiatif ofensif Jepang di Pasifik patah untuk selamanya.
- Perang Dunia
- 1942 M
Pertempuran Stalingrad
Titik balik Front Timur Perang Dunia II: lewat perang kota berdarah lalu pengepungan ganda Operasi Uranus, Uni Soviet menghancurkan Tentara ke-6 Jerman pimpinan Friedrich Paulus (23 Agustus 1942 – 2 Februari 1943).
- Nuklir & Modern
- 1945 M / 1364 H
Pertempuran Surabaya
Pertempuran kota berdarah 10 November 1945: arek-arek Suroboyo dan santri melawan Divisi India ke-23/ke-5 Inggris setelah tewasnya Brigjen Mallaby — kota jatuh, tetapi lahir Hari Pahlawan.
- Nuklir & Modern
- 1950 M
Pertempuran Inchon
Pendaratan amfibi pasukan PBB pimpinan Jenderal Douglas MacArthur di Inchon (15 September 1950) — pukulan mengejutkan 110 mil di belakang garis musuh yang memutus logistik Tentara Rakyat Korea, merebut kembali Seoul, dan membalik arah Perang Korea.
- Nuklir & Modern
- 1954 M
Pertempuran Dien Bien Phu
Pengepungan 56 hari (13 Maret – 7 Mei 1954) saat Viet Minh pimpinan Vo Nguyen Giap menghancurkan pangkalan berbenteng udara Prancis di lembah Dien Bien Phu, mengakhiri Perang Indochina Pertama dan penjajahan Prancis lalu memicu Perjanjian Jenewa yang membelah Vietnam di paralel 17.