Lewati ke konten ← Cari & semua tema
Kritik sumber
12 entri Sejarawan terkait
- Al-Tabari — Sejarawan dan mufasir Persia dari Baghdad (±839–923 M / 224–310 H) yang lewat Tarikh al-Rusul wa'l-Muluk menyusun sejarah universal terpenting Islam klasik dengan merawat tiap riwayat lengkap sanadnya, tahun demi tahun.
- Edward Gibbon — Sejarawan Inggris zaman Pencerahan (1737–1794) yang dalam enam jilid The History of the Decline and Fall of the Roman Empire melacak keruntuhan Roma dari puncak abad Antoninus sampai jatuhnya Konstantinopel, dan mewariskan model sejarah naratif berpijak sumber, ironi, serta catatan kaki yang erudit.
- Flavius Josephus — Sejarawan Yahudi-Romawi abad ke-1 M (±37–±100 M), bekas panglima pemberontak Galilea yang menyerah kepada Roma dan — di bawah patronase Flavia — menulis Perang Yahudi, satu-satunya narasi saksi mata Perang Yahudi–Romawi I.
- Hans Delbrück — Sejarawan Jerman (1848–1929) yang lewat "Geschichte der Kriegskunst" menjadikan sejarah militer ilmu akademik: ia menguji angka pasukan kronik kuno dengan logistik dan medan, dan membedah strategi penghancuran dari strategi pelemahan.
- Herodotus — Sejarawan Yunani (c. 484–425 SM) yang digelari "Bapak Sejarah", penulis Historíai — kisah besar Perang Yunani–Persia yang sekaligus menjadi manual tertua tentang cara mencatat kabar dan menimbang keandalannya.
- Ibn al-Athir — Sejarawan Arab dari Mosul (1160–1233 M) penulis al-Kamil fi al-Tarikh, kronik dunia dari Adam hingga 1231 yang menjadi sumber Muslim terpenting untuk Perang Salib dan saksi sezaman gelombang pertama serbuan Mongol.
- Ibn Khaldun — Sejarawan Muslim dari Tunis (1332–1406 M / 732–808 H) yang lewat Muqaddimah meletakkan dasar kritik sumber dan teori pasang-surut negara.
- Leopold von Ranke — Sejarawan Jerman (1795–1886) yang lewat tuntutan menulis sejarah "wie es eigentlich gewesen" dan seminar sejarah pertama meletakkan dasar historiografi ilmiah modern berbasis kritik sumber arsip.
- Polybius — Sejarawan Yunani (c. 200–118 SM) yang menjelaskan bagaimana Roma menguasai dunia Mediterania dalam waktu kurang dari 53 tahun, dan mewariskan cara menguji sebab perang serta menimbang keandalan sebuah kabar.
- Sima Qian — Sejarawan Tiongkok Dinasti Han (c. 145 – c. 86 SM) yang, lewat Shiji, menciptakan bentuk sejarah annal-biografi yang menjadi cetakan resmi historiografi Tiongkok selama dua ribu tahun — dan menuntaskannya setelah memilih dikebiri demi hidup untuk menulis.
- Tacitus — Sejarawan sekaligus senator Romawi (c. 56–120 M) yang dalam Annals dan Histories melukiskan bagaimana kekuasaan mutlak merusak watak manusia, melahirkan ketakutan dan penjilatan, serta mewariskan seni membaca sebab sejati di balik kata-kata resmi.
- Thucydides — Sejarawan sekaligus jenderal Athena (c. 460–400 SM) yang menulis Perang Peloponnesos dan menciptakan cara menulis sejarah berbasis bukti — membedakan sebab sejati sebuah perang dari dalih yang diumumkan, dan mewariskannya sebagai "milik abadi".