- Peradaban Kuno
- 1457 SM
Pertempuran Megiddo
Kemenangan Firaun Thutmose III atas koalisi Kanaan pimpinan Raja Kadesh di kota Megiddo (± 1457 SM) — pertempuran dengan catatan terperinci tertua yang bertahan dan asal-usul nama "Armageddon".
Kemenangan Firaun Thutmose III atas koalisi Kanaan pimpinan Raja Kadesh di kota Megiddo (± 1457 SM) — pertempuran dengan catatan terperinci tertua yang bertahan dan asal-usul nama "Armageddon".
Kemenangan laut menentukan koalisi Yunani atas armada Kekaisaran Persia Xerxes I di selat sempit Salamis pada akhir September 480 SM, yang membalik arus invasi Persia ke Yunani dan menyelamatkan dunia kota-negara Hellenik.
Kemenangan menentukan Aleksander Agung atas Darius III pada 331 SM yang meruntuhkan Kekaisaran Persia Akhemeniyah lewat manuver oblik dan serangan baji langsung ke jantung komando Darius.
Kemenangan taktis Aleksander Agung atas Raja Poros di tepi Sungai Hydaspes (Jhelum) pada 326 SM — penyeberangan sungai malam hari dan taktik anti-gajah yang gemilang, sekaligus pertempuran besar terakhir sang penakluk sebelum pasukannya menolak maju lebih jauh ke timur.
Mahakarya pengepungan ganda Hannibal yang menghancurkan tentara Romawi jauh lebih besar di dataran Apulia pada Perang Punik Kedua.
Pertempuran penutup Perang Punik Kedua yang membalik taktik pengepungan Hannibal sendiri: Scipio menetralkan 80 gajah lewat lorong manipel, merebut keunggulan kavaleri, lalu mengepung Kartago dari belakang.
Kemenangan menentukan kaum Muslim Madinah yang kalah jumlah atas pasukan Quraisy Makkah pada 17 Ramadan 2 H (624 M) — pertempuran besar pertama Islam.
Kemenangan menentukan Adipati William dari Normandia atas Raja Harold Godwinson pada 14 Oktober 1066 yang mengawali penaklukan Normandia atas Inggris Anglo-Saxon.
Kemenangan menentukan Kesultanan Seljuk Raya pimpinan Alp Arslan atas Kekaisaran Bizantium dan Kaisar Romanos IV Diogenes di dekat Manzikert (26 Agustus 1071 M / sekitar 463 H) — membuka Anatolia bagi pemukiman Turki dan ikut memicu Perang Salib Pertama.
Kemenangan menghancurkan Salahuddin al-Ayyubi atas tentara lapangan Kerajaan Yerusalem di Tanduk Hattin, Galilea (4 Juli 1187 M / 583 H) — memusnahkan kekuatan Salib di Tanah Suci dan membuka jalan pembebasan Yerusalem.
Kemenangan menentukan koalisi Kristen Iberia (Kastilia, Aragón, Navarra) di bawah Alfonso VIII atas Kekhalifahan Almohad pimpinan Khalifah Muhammad al-Nasir di Sierra Morena, 16 Juli 1212 M (15 Safar 609 H) — mematahkan kuasa Almohad di Spanyol dan mempercepat Reconquista.
Kemenangan menentukan Kesultanan Mamluk Mesir atas pasukan Mongol Ilkhanat di Ain Jalut, Palestina (3 September 1260 M / 25 Ramadan 658 H) — kekalahan besar pertama Mongol di medan terbuka yang menghentikan ekspansi mereka ke barat.
Kemenangan menentukan Uni Polandia–Lituania di bawah Raja Władysław II Jagiełło dan Adipati Agung Vytautas atas Ordo Teutonik pimpinan Hochmeister Ulrich von Jungingen pada 15 Juli 1410 — salah satu pertempuran terbesar Eropa abad pertengahan yang mematahkan kekuatan militer Ordo di Baltik dan mengangkat Polandia–Lituania menjadi kekuatan besar.
Kemenangan menentukan Raja Henry V dari Inggris atas tentara Prancis yang jauh lebih besar pada 25 Oktober 1415, ketika pemanah busur panjang menghancurkan kesatriaan Prancis di medan sempit berlumpur dekat Azincourt.
Pengepungan 53 hari pada 1453 saat Kesultanan Utsmaniyah di bawah Mehmed II merebut Konstantinopel dan mengakhiri Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium).
Kemenangan laut menentukan armada Kerajaan Portugal pimpinan Francisco de Almeida atas koalisi Muslim (Mamluk Mesir, Gujarat, dan Calicut, dengan dukungan Venesia dan Utsmaniyah) di lepas pantai Diu pada 3 Februari 1509 — pertempuran yang menegakkan dominasi laut Portugal atas jalur dagang rempah Samudra Hindia selama hampir seabad.
Kemenangan menentukan Sultan Selim I atas Shah Ismail I pada 23 Agustus 1514 M (2 Rajab 920 H) di dataran Chaldiran, saat meriam medan dan senapan janissari di balik benteng gerobak Utsmaniyah meremukkan kavaleri Qizilbash Safawi dan memaku batas Sunni–Syiah antara Anatolia dan Iran.
Kemenangan menentukan Babur atas Sultan Ibrahim Lodi pada 21 April 1526 yang mengakhiri Kesultanan Delhi dan mendirikan Kekaisaran Mughal, lewat benteng gerobak (araba), artileri mesiu terkoordinasi, dan manuver mengepung tulughma.
Kemenangan laut menentukan armada Liga Suci Kristen atas armada Kekaisaran Utsmaniyah di Teluk Patras pada 7 Oktober 1571 — pertempuran galai terbesar dan terakhir di dunia Barat, yang mematahkan mitos keterkalahan laut Utsmaniyah meski tak mengubah peta kekuasaan Mediterania.
Kemenangan menentukan pasukan kecil Saadi Maroko pimpinan Judar Pasha yang sarat senjata api atas tentara raksasa Kekaisaran Songhai Askia Ishaq II pada 13 Maret 1591 di dekat Gao — dalam sekitar dua jam, arquebus dan meriam meruntuhkan salah satu kekaisaran terbesar Afrika Barat dan mengakhiri kejayaan trans-Sahara Songhai.
Kemenangan laut menentukan Laksamana Yi Sun-sin dengan hanya ~13 kapal panokseon atas armada Jepang yang berjumlah ratusan kapal di selat berarus deras Myeongnyang (Uldolmok) dekat Pulau Jindo pada 26 Oktober 1597, yang menyelamatkan Joseon dari kekalahan total dalam invasi kedua Perang Imjin.
Kemenangan menentukan Tokugawa Ieyasu atas koalisi setia Toyotomi pimpinan Ishida Mitsunari pada 21 Oktober 1600, dipicu pembelotan Kobayakawa Hideaki di tengah pertempuran, yang membuka jalan bagi Keshogunan Tokugawa selama sekitar dua setengah abad.
Kemenangan menentukan tentara Swedia–Saxon pimpinan Gustav II Adolf atas pasukan Kekaisaran–Liga Katolik Tilly di utara Leipzig pada 17 September 1631 — kemenangan besar pertama pihak Protestan dalam Perang Tiga Puluh Tahun dan panggung runtuhnya dominasi formasi tercio.
Pengepungan 60 hari pada 1683 saat Kesultanan Utsmaniyah di bawah Wazir Agung Kara Mustafa mengepung Wina, dipatahkan serbuan kavaleri Liga Suci pimpinan Raja Jan III Sobieski di Kahlenberg — titik balik surutnya Utsmaniyah di Eropa.
Kemenangan menentukan Tsar Pyotr I atas Raja Karl XII (8 Juli 1709) yang menghancurkan tentara lapangan Swedia di stepa Ukraina, mengakhiri status Swedia sebagai kekuatan besar dan menandai bangkitnya Kekaisaran Rusia.
Kemenangan telak Nader Shah Afshar atas tentara raksasa Kekaisaran Mughal Muhammad Shah pada 24 Februari 1739 di Karnal — dalam hitungan jam, pasukan Persia yang lebih kecil tetapi disiplin dan sarat senjata api meruntuhkan induk kekuatan Mughal, membuka jalan bagi penjarahan Delhi dan mempercepat keruntuhan kekaisaran.
Kampanye yang berpuncak pada menyerahnya seluruh tentara Inggris pimpinan Jenderal John Burgoyne (17 Oktober 1777) di Saratoga, New York — kemenangan Amerika yang menyeret Prancis masuk perang dan menjadi titik balik Revolusi Amerika.
Mahakarya taktis Napoleon (2 Desember 1805): dengan mengumpankan sayap kanannya yang tampak lemah, ia memancing pasukan Rusia-Austria turun dari dataran tinggi Pratzen, lalu merebut punggung itu dan membelah dua tentara Koalisi Ketiga.
Pertempuran menentukan pada 18 Juni 1815 di dekat Waterloo (Belgia) tempat tentara Sekutu pimpinan Adipati Wellington bertahan sepanjang hari lalu, dengan datangnya tentara Prusia Blücher di sayap, menghancurkan Armée du Nord Napoleon — mengakhiri kekuasaan sang kaisar dan era Napoleon untuk selamanya.
Pertempuran tiga hari terbesar dan paling berdarah dalam Perang Saudara Amerika (1-3 Juli 1863) di Pennsylvania — Tentara Potomac pimpinan Meade menghancurkan invasi kedua Robert E. Lee ke Utara dan membalikkan arah perang.
Perang kolonial terpanjang dan termahal Belanda (1873–1904, perlawanan berlanjut hingga sekitar 1914 dan sporadis sampai 1942) melawan Kesultanan Aceh Darussalam di ujung utara Sumatra — dari serbuan gagal yang menewaskan Jenderal Köhler di Masjid Raya Baiturrahman hingga penaklukan lewat korps Marsose dan siasat Snouck Hurgronje yang memecah uleëbalang dari ulama.
Kemenangan laut menentukan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang atas Armada Baltik Rusia (Skuadron Pasifik ke-2 & ke-3) di Selat Tsushima pada 27–28 Mei 1905 — pertama kalinya kekuatan Asia modern menghancurkan armada besar Eropa, dan pukulan penentu Perang Rusia–Jepang.
Serangan balik Sekutu (Prancis–Britania) di lembah Marne, 6–12 September 1914, yang menghentikan gempuran Jerman 30 km dari Paris, menggagalkan Rencana Schlieffen, dan mengawali empat tahun kebuntuan perang parit di Front Barat — dikenang sebagai "Keajaiban Marne".
Kemenangan laut-udara menentukan Angkatan Laut Amerika Serikat atas Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di dekat Atol Midway pada 4–7 Juni 1942, saat empat kapal induk armada Jepang tenggelam dalam sehari dan inisiatif ofensif Jepang di Pasifik patah untuk selamanya.
Titik balik Front Timur Perang Dunia II: lewat perang kota berdarah lalu pengepungan ganda Operasi Uranus, Uni Soviet menghancurkan Tentara ke-6 Jerman pimpinan Friedrich Paulus (23 Agustus 1942 – 2 Februari 1943).
Pertempuran kota berdarah 10 November 1945: arek-arek Suroboyo dan santri melawan Divisi India ke-23/ke-5 Inggris setelah tewasnya Brigjen Mallaby — kota jatuh, tetapi lahir Hari Pahlawan.
Pendaratan amfibi pasukan PBB pimpinan Jenderal Douglas MacArthur di Inchon (15 September 1950) — pukulan mengejutkan 110 mil di belakang garis musuh yang memutus logistik Tentara Rakyat Korea, merebut kembali Seoul, dan membalik arah Perang Korea.
Pengepungan 56 hari (13 Maret – 7 Mei 1954) saat Viet Minh pimpinan Vo Nguyen Giap menghancurkan pangkalan berbenteng udara Prancis di lembah Dien Bien Phu, mengakhiri Perang Indochina Pertama dan penjajahan Prancis lalu memicu Perjanjian Jenewa yang membelah Vietnam di paralel 17.