- Pra-sejarah/Keagamaan
- 1250 SM
Pertempuran Lembah Tollense
Konflik Zaman Perunggu di Tollense memperlihatkan kekerasan berskala besar, mobilitas antarkawasan, dan batas pengetahuan tentang pihak yang bertempur.
Konflik Zaman Perunggu di Tollense memperlihatkan kekerasan berskala besar, mobilitas antarkawasan, dan batas pengetahuan tentang pihak yang bertempur.
Bentrokan kereta perang massal Zaman Perunggu (± 1274 SM) antara Ramesses II dari Mesir dan Muwatalli II dari Kekaisaran Het di Sungai Orontes — pertempuran dengan catatan terperinci tertua yang bertahan, berakhir tak konklusif dan kelak melahirkan perjanjian damai tertulis tertua yang bertahan.
Kemenangan koalisi Gelon dan Theron atas ekspedisi Kartago di Himera pada 480 SM memperlihatkan peran aliansi, logistik, serta prajurit dari beragam asal di Sisilia.
Penyergapan multi-hari koalisi suku Germania pimpinan Arminius yang memusnahkan tiga legiun Romawi (XVII, XVIII, XIX) di bawah Varus pada 9 M — bencana yang menghentikan ekspansi Roma ke Germania dan mengukuhkan Sungai Rhine sebagai batas kekaisaran.
Kemenangan menentukan aliansi Sun Quan–Liu Bei atas panglima perang utara Cao Cao dalam pertempuran sungai di Yangtze pada musim dingin 208 M — serangan api Huang Gai (dan/atau wabah) menghancurkan armada Cao Cao dan menyegel perpecahan Tiongkok menjadi era Tiga Kerajaan.
Kemenangan menentukan Dinasti Jin Timur yang kalah jumlah atas pasukan raksasa Qin Awal pimpinan Fu Jian di Sungai Fei (akhir 383 M, Anhui) — ketika sebuah penarikan mundur yang salah dimengerti berubah jadi kepanikan massal dan meruntuhkan tentara yang tampak tak terkalahkan.
Kemenangan menentukan panglima Goguryeo Eulji Mundeok tahun 612 M yang memusnahkan tentara ekspedisi Dinasti Sui di Sungai Salsu (kini Sungai Cheongcheon, Korea Utara) — dari ~305.000 penyerbu yang menyeberang menuju Pyongyang, hanya sekitar 2.700 yang pulang; bencana yang ikut meruntuhkan Sui.
Kemenangan menentukan kaum Muslim Madinah yang kalah jumlah atas pasukan Quraisy Makkah pada 17 Ramadan 2 H (624 M) — pertempuran besar pertama Islam.
Kemenangan menentukan Kekhalifahan Rasyidin atas Bizantium di Lembah Yarmuk yang membuka Syam bagi Islam.
Kemenangan menentukan Kekhalifahan Abbasiyah (dibantu suku Karluk) atas Dinasti Tang di Sungai Talas, Asia Tengah (Juli 751 M / Dzulhijjah 133 H) — pertempuran yang mematok batas dunia Islam dan Tiongkok serta membuka Asia Tengah bagi Islam.
Kemenangan menentukan Kesultanan Seljuk Raya pimpinan Alp Arslan atas Kekaisaran Bizantium dan Kaisar Romanos IV Diogenes di dekat Manzikert (26 Agustus 1071 M / sekitar 463 H) — membuka Anatolia bagi pemukiman Turki dan ikut memicu Perang Salib Pertama.
Pengepungan dan penjarahan Baghdad oleh pasukan Mongol pimpinan Hulagu Khan pada Januari–Februari 1258 (656 H) yang menewaskan Khalifah al-Musta'sim dan menamatkan lima abad Kekhalifahan Abbasiyah — bencana yang mengguncang dunia Islam.
Kemenangan menentukan Kesultanan Mamluk Mesir atas pasukan Mongol Ilkhanat di Ain Jalut, Palestina (3 September 1260 M / 25 Ramadan 658 H) — kekalahan besar pertama Mongol di medan terbuka yang menghentikan ekspansi mereka ke barat.
Kemenangan menentukan armada Đại Việt (Dinasti Trần) di bawah Trần Hưng Đạo atas armada Dinasti Yuan (Mongol) pada 9 April 1288, memakai pancang kayu berujung besi dan siklus pasang-surut untuk menjebak lalu menghancurkan armada Yuan serta menawan panglima lautnya, Omar (Ô Mã Nhi).
Ekspedisi laut besar Dinasti Yuan (Mongol) di bawah Kubilai Khan ke Jawa Timur pada 1293 untuk menghukum Singhasari — yang berbalik jadi bencana ketika Raden Wijaya memakai pasukan Mongol menumbangkan Kediri, lalu mengusir mereka dan mendirikan Majapahit.
Kemenangan telak Amir Timur atas Sultan Utsmaniyah Bayezid I di dataran Çubuk dekat Ankara pada 1402 — Timur memenangi pertempuran lewat manuver, penguasaan air, dan pembelotan vasal, menawan satu-satunya sultan Utsmaniyah yang pernah jatuh ke tangan musuh dan menunda jatuhnya Konstantinopel selama setengah abad.
Penyergapan pada 16 November 1532 saat 168 penakluk Spanyol pimpinan Francisco Pizarro menjebak dan menawan Kaisar Inka Atahualpa di alun-alun Cajamarca, membantai ribuan rombongannya tanpa satu pun tentara Spanyol tewas, dan membuka keruntuhan Kekaisaran Inka.
Perang 1666–1669 saat VOC bersekutu dengan Arung Palakka (Bugis Bone) dan Soppeng menaklukkan Kesultanan Gowa-Tallo pimpinan Sultan Hasanuddin — berpuncak pada Perjanjian Bongaya (1667) dan jatuhnya Benteng Somba Opu (1669).
Kemenangan telak Nader Shah Afshar atas tentara raksasa Kekaisaran Mughal Muhammad Shah pada 24 Februari 1739 di Karnal — dalam hitungan jam, pasukan Persia yang lebih kecil tetapi disiplin dan sarat senjata api meruntuhkan induk kekuatan Mughal, membuka jalan bagi penjarahan Delhi dan mempercepat keruntuhan kekaisaran.
Kemenangan East India Company pimpinan Robert Clive atas Nawab Benggala Siraj-ud-Daulah pada 23 Juni 1757 di Palashi — sebuah "pertempuran" yang sebagian besar dimenangkan lewat konspirasi dan pengkhianatan Mir Jafar serta hujan monsun yang membasahi mesiu Nawab, dan menjadi titik awal kekuasaan Inggris atas India.
Kemenangan menentukan koalisi Afghan Durrani pimpinan Ahmad Shah Durrani atas Konfederasi Maratha di dataran Panipat pada 14 Januari 1761 — salah satu pertempuran satu hari paling berdarah abad ke-18 yang menghentikan ekspansi Maratha ke utara India.
Perang gerilya lima tahun (1825-1830) Pangeran Diponegoro melawan kekuasaan kolonial Belanda di Jawa Tengah.
Benteng tanah Māori menahan serbuan Britania pada November 1863, tetapi pengibaran bendera putih berakhir dengan penawanan dan terbukanya jalan ke pedalaman Waikato.
Pertahanan parit Māori di Pukehinahina mematahkan serbuan Britania pada 29 April 1864, tetapi kemenangan taktis itu tidak menghentikan kehilangan tanah di Tauranga.
Perang kolonial terpanjang dan termahal Belanda (1873–1904, perlawanan berlanjut hingga sekitar 1914 dan sporadis sampai 1942) melawan Kesultanan Aceh Darussalam di ujung utara Sumatra — dari serbuan gagal yang menewaskan Jenderal Köhler di Masjid Raya Baiturrahman hingga penaklukan lewat korps Marsose dan siasat Snouck Hurgronje yang memecah uleëbalang dari ulama.
Kemenangan taktis menentukan tentara Kerajaan Zulu atas pasukan kolom tengah Britania di kaki bukit Isandlwana (22 Januari 1879) — kekalahan terburuk Angkatan Darat Britania era Victoria oleh pasukan pribumi bersenjata lebih ringan, sekaligus bencana pembuka Perang Anglo-Zulu.
Kemenangan menentukan Kekaisaran Ethiopia (Abyssinia) di bawah Kaisar Menelik II & Permaisuri Taytu Betul atas tentara kolonial Kerajaan Italia di pegunungan dekat Adwa, Tigray (1 Maret 1896) — kekalahan telak kekuatan Eropa oleh negara Afrika yang mempertahankan kemerdekaannya.
Kemenangan laut menentukan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang atas Armada Baltik Rusia (Skuadron Pasifik ke-2 & ke-3) di Selat Tsushima pada 27–28 Mei 1905 — pertama kalinya kekuatan Asia modern menghancurkan armada besar Eropa, dan pukulan penentu Perang Rusia–Jepang.
Serangan balik Sekutu (Prancis–Britania) di lembah Marne, 6–12 September 1914, yang menghentikan gempuran Jerman 30 km dari Paris, menggagalkan Rencana Schlieffen, dan mengawali empat tahun kebuntuan perang parit di Front Barat — dikenang sebagai "Keajaiban Marne".
Upaya Sekutu merebut Selat Dardanella dan menjatuhkan Utsmaniyah lewat serangan laut lalu pendaratan amfibi di Semenanjung Gallipoli (19 Feb 1915 – 9 Jan 1916) yang gagal total — kemenangan bertahan Utsmaniyah yang melahirkan Mustafa Kemal dan menjatuhkan Churchill.
Pasukan Britania dan India menembus pertahanan Italia di pegunungan Eritrea setelah pertempuran melelahkan yang ditentukan oleh infanteri, artileri, pasokan, dan pembukaan jalan.
Kemenangan laut-udara menentukan Angkatan Laut Amerika Serikat atas Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di dekat Atol Midway pada 4–7 Juni 1942, saat empat kapal induk armada Jepang tenggelam dalam sehari dan inisiatif ofensif Jepang di Pasifik patah untuk selamanya.